Caption : ist
Hariannarasi.com, Sumsel – Mengatensi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengurai fakta, terkait adanya dugaan oknum Institusi Polri di balik transaksi pengiriman BBM Ilegal asal Banyuasin yang terkesan terkoordinir dengan baik dalam penyaluran BBM ilegal tersebut.
Sejumlah pemesan baik dalam kota ataupun luar provinsi, diduga kuat turut melibatkan salah satu oknum Polda Sumsel berpangkat AKBP berinisial GN, yang diduga menjadi aktor dalam penerimaan kordinasi keamanan dari sejumlah kendaraan-kendaraan pengangkut minyak mentah (Cong) BBM ilegal di Banyuasin.
Dugaan oknum tersebut melakukan pemungutan dalih sebagai dana kordinasi sekisar Rp 2 juta/unit kendaraan jenis Coldiesel, yang mana menjadi rahasia umum di kalangan para pengemudi kendaraan pengangkut BBM ilegal di Banyuasin.
Dari informasi yang tersebar di kalangan mafia BBM ilegal, terendus adanya dugaan oknum dari berbagai institusi seperti Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pejabat Pemerintah hingga instansi terkait lainnya. Yang diduga telah terorganisir dengan sejumlah jaringan para mafia BBM ilegal.
Salah satu pengemudi yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, oknum tersebut diduga dapat mengamankan kendaraan pengangkut BBM ilegal dalam perjalanan, dari Sumatera Selatan ke Kabupaten Banyuasin sampai wilayah Bandar Lampung hingga Tangerang.
“Yang melakukan pengambilan pemegang dana untuk kordinasi keamanan itu seorang wanita berinisial RM, istri dari oknum inisial GN,” kata salah satu pengemudi mobil BBM ilegal yang enggan disebut namanya, Sabtu (25/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, dana koordinasi tersebut di pegang oleh oknum inisial RM melalui istri dari oknum GN tersebut. “Sehari bisa puluhan kendaraan tronton atau tengki mas,” ucapnya.
Warga sekitar tempat tersebut juga berharap agar Kapolri dapat menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum GN atas bekingan keamanan BBM ilegal tersebut.
Sementara, saat dikonfirmasi, Propam Polda Sumsel segera akan menindaklanjuti laporan dugaan oknum APH tersebut yang melakukan pungutan liar terhadap beberapa supir yang memuat BBM ilegal di Banyuasin.
Hingga berita ini turunkan, belum ada konfirmasi oknum inisial GN terkait dugaan tersebut. (Tim)






