Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai menyerap gabah petani pada pekan depan.
Langkah ini diambil untuk menghentikan aliran keluarnya gabah mentah dari Lampung, yang selama ini kerap diproses di luar daerah dan dijual kembali ke Lampung dalam bentuk beras dengan harga lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Aula Semergou, Kompleks Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
”Desa tidak boleh hanya menjadi tempat menghasilkan bahan mentah. Desa harus menjadi tempat produksi, pengolahan, sekaligus tempat nilai tambah itu tumbuh,” tegas Gubernur yang akrab disapa Mirza tersebut.
Sebagai langkah taktis, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh kepala desa yang wilayahnya sedang memasuki masa panen untuk segera melapor.
KDKMP di wilayah tersebut akan langsung diaktifkan sebagai titik utama penyerapan gabah. Dengan mekanisme ini, petani diharapkan tidak perlu lagi mencari pembeli dari luar daerah
Rantai pasok dari penyerapan hingga penggilingan gabah menjadi beras akan diselesaikan di tingkat desa.
Kebijakan penyerapan ini tidak hanya menyasar komoditas gabah. Mengingat kapasitas produksi Lampung yang besar, hilirisasi di tingkat desa ini juga akan diterapkan pada komoditas unggulan lainnya seperti jagung dan singkong.
Upaya ini akan diintegrasikan dengan Program 500 Desa Maju. Pemprov Lampung mendorong agar proses hilirisasi hasil bumi dilakukan sedekat mungkin dengan sumber produksinya.
Gubernur Mirza meyakini, apabila gabah dan hasil bumi lainnya dapat ditahan dan diproses di dalam wilayah Lampung, manfaatnya akan dirasakan secara luas.
Kebijakan ini dinilai tidak hanya akan menyejahterakan petani dan menjaga nilai tambah tetap berada di daerah, tetapi juga akan memperkuat roda ekonomi desa, membuka lapangan kerja baru, serta menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
Turut hadir dalam acara seminar tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung. (*)
Berikut video lengkapnya:






