Caption : Kongres PSI di Surakarta, Jawa Tengah, dihadiri oleh KDM KW. (Dok. Metrotv)
Hariannarasi.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra, Dedi Mulyadi, secara tegas membantah isu yang menyebutkan dirinya akan keluar dari Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Dedi memastikan dirinya tetap berstatus sebagai kader dan petinggi Partai Gerindra, ia mengaku heran dengan mencuatnya kabar tersebut dan mempertanyakan sumber awal mula isu kepindahannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengingat posisinya saat ini di jajaran Dewan Pembina Gerindra, ia menilai kabar tersebut sangat tidak masuk akal.
”Isu dari mana? Ya kita enggak mungkin nanggapin itu lho. Ujug-ujug dari mana, kemudian tiba-tiba. Hal yang aneh ya,” ujar Dedi beberapa waktu lalu.
Bantahan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna. Buky mengaku terkejut saat rumor tersebut beredar luas dan langsung berinisiatif menghubungi Dedi Mulyadi untuk melakukan klarifikasi.
Berdasarkan komunikasi tersebut, Buky mengungkapkan bahwa Dedi justru ikut kaget dan menyatakan tidak pernah memiliki rencana sedikit pun untuk berpindah ke PSI.
”Sampai saat ini tidak ada tanda-tanda Dedi akan meninggalkan Gerindra. Posisi beliau sebagai anggota Dewan Pembina DPP Gerindra juga masih sangat jelas,” tegas Buky.
Buky menyimpulkan bahwa isu kepindahan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan murni hanya sebatas rumor yang beredar di masyarakat dan media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan maupun langkah resmi apa pun dari pihak Dedi Mulyadi maupun PSI yang membenarkan adanya rencana perpindahan partai politik tersebut.
Keanggotaan Dedi Mulyadi di Partai Gerindra dipastikan tetap sah dan tidak mengalami perubahan. (*)






