Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, angkat bicara merespons berbagai tudingan miring yang menyebut dirinya berperan sebagai ‘makelar jabatan’ di lingkar pemerintahan.
Ia menegaskan posisinya murni untuk menjalankan tugas negara dan bukan untuk mengintervensi atau mendistribusikan jabatan tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam informasi yang dihimpun dari dari berbagai sumber lainnya, Raffi menyatakan, kehadirannya di kabinet pemerintahan semata-mata adalah bentuk pengabdian atas amanah yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
”Saya ini hanya menjalankan tugas saja, dan saya kan sudah ada masa jabatannya. Selama ini saya berusaha sebaik-baiknya, semampu-mampunya untuk menjaga amanah,” ujar Raffi saat merespons polemik jabatannya.
Julukan ‘makelar jabatan’ yang dialamatkan kepada suami Nagita Slavina tersebut pertama kali mencuat dan menjadi sorotan publik pada masa kampanye Pilkada lalu.
Saat itu, Raffi secara blak-blakan menawari komedian Sule posisi sebagai calon kepala daerah, serta dinilai memberikan keistimewaan politik secara eksklusif untuk mendorong adik iparnya, Jeje Govinda, maju di kontestasi politik.
Tudingan cawe-cawe jabatan tersebut kini kembali memanas. Laporan investigasi Bocor Alus dari Tempo baru-baru ini turut menyoroti dugaan pergerakan Raffi di balik layar.
Ia diisukan sempat menjadi utusan yang membawa pesan khusus dari Istana untuk menemui seorang pejabat.
Dalam pertemuan tersebut, Raffi disebut-sebut telah menyodorkan draf surat pengunduran diri yang sudah dipersiapkan sebelumnya untuk ditandatangani oleh sang pejabat.
Namun, menanggapi berbagai manuver, fitnah, maupun desakan agar dirinya mundur dari posisi Utusan Khusus Presiden, pria berusia 39 tahun ini bersikap santai.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan risiko menjadi sorotan publik dan menegaskan tidak akan melepas posisinya jika tidak ada instruksi langsung dari Presiden.
Bagi bos RANS Entertainment ini, fitnah sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan. Termasuk saat namanya belum lama ini juga sempat dikaitkan-kaitkan dengan kasus suap impor barang.
”Saat ada orang yang jahat atau memfitnah, kalau hal itu tidak benar, sebelum mereka minta maaf pun saya sudah memaafkan mereka duluan,” tegas Raffi.
Raffi menyatakan saat ini dirinya memilih fokus pada tupoksinya, yakni melakukan pembinaan serta menyelaraskan frekuensi para generasi muda dan pekerja seni dengan program kerja yang dicanangkan oleh pemerintah. (*)






