Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

- Editor

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI didesak untuk segera turun tangan menyelidiki pembengkakan kredit bermasalah di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang nilainya menembus Rp17,4 triliun.

Penyelidikan ini dinilai mendesak guna membongkar potensi kerugian keuangan negara sekaligus mengamankan dana simpanan nasabah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti bahwa ekspansi penyaluran kredit BRI yang masif tidak sejalan dengan kualitas kredit yang diberikan.

Berdasarkan data yang dihimpun, total penyaluran kredit BRI memang meningkat tajam dari Rp1.354 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1.521 triliun pada 2025. Namun, lonjakan ini diikuti dengan naiknya angka kredit bermasalah.

​Angka Rp17,4 triliun tersebut merupakan akumulasi dari dua kategori kredit macet sepanjang tahun 2025. Secara rinci, kredit dengan kategori “Kurang Lancar” melonjak dari Rp4,9 triliun (2024) menjadi Rp6,4 triliun (2025).

Di sisi lain, kredit kategori “Diragukan” naik signifikan dari Rp9,2 triliun (2024) menjadi Rp11 triliun (2025).

​”Jika tidak segera diselesaikan oleh manajemen BRI, ini bisa menjadi potensi kerugian negara dan kerugian uang nasabah,” tegas Uchok di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

​Selain dua kategori tersebut, data juga menunjukkan bahwa kredit dalam kategori “Perhatian Khusus” masih berada di angka yang sangat besar, yakni Rp58,4 triliun pada 2025, meski turun sedikit dari Rp65,2 triliun pada tahun sebelumnya.

Abaikan Klaim NPL, Fokus pada Dugaan Permainan

​Lebih lanjut, Uchok memperingatkan aparat penegak hukum untuk tidak lengah hanya dengan melihat klaim rasio Non-Performing Loan (NPL) yang kerap disebut aman oleh manajemen bank.

Kejagung diminta membedah secara forensik aliran kredit bernominal jumbo tersebut, mulai dari prosedur persetujuan, profil pengusaha penerima dana, hingga indikasi penyalahgunaan wewenang abouse of power.

​”Penyelidikan perlu dilakukan agar jelas bahwa ini bukan permainan orang dalam BRI dengan orang atau pengusaha yang mendapat kredit,” ungkapnya.

​Sebagai langkah konkret atas penegakan hukum dan transparansi perbankan pelat merah, CBA secara spesifik menuntut Kejagung untuk memanggil pucuk pimpinan BRI.

​”Sebagai langkah keseriusan, sebaiknya Kejagung segera melakukan pemanggilan kepada manajemen top PT Bank Rakyat Indonesia, seperti Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, untuk dimintai klarifikasi,” pungkas Uchok. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!
Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:31 WIB

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

Berita Terbaru