Caption : Gubernur Lampung, Iyay Mirza sapaan akrabnya, foto bersama anak-anak dan warga di Pesisir Kabupaten Tanggamus.
Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata pesisir di Kabupaten Tanggamus dengan mengucurkan dana mendekati angka Rp 100 miliar.
Proyek perbaikan tiga ruas jalan strategis tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026. Total anggaran perbaikan ini bersumber dari dua skema pendanaan utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana sebesar Rp 48,2 miliar dialokasikan dari Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) tahun jamak 2025–2026 untuk perbaikan ruas Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan sepanjang 7,2 kilometer.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mengalokasikan dana dari APBD 2025 senilai total Rp 46 miliar. Rinciannya, Rp 26 miliar digunakan untuk perbaikan ruas Kiluan–Umbar sepanjang 6,6 kilometer, dan Rp 20 miliar untuk ruas Umbar–Putih Doh sepanjang 5,8 kilometer.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meninjau ruas Padang Cermin–Simpang Teluk Kiluan pada Rabu (15/4/2026), mengatakan hal ini adalah bentuk kolaborasi pusat dan daerah untuk memastikan akses yang terbuka dan layak bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar dari APBD, tetapi melalui Inpres Jalan Daerah, yang artinya pemerintah pusat memberi perhatian besar. Ruas ini kita beton seluruhnya agar lebih kuat dan tahan lama, sebagai komitmen menghadirkan infrastruktur berkualitas,” tegas Gubernur Rahmat.
Jalan tersebut akan dibangun dengan konstruksi beton semen setebal 20 sentimeter, lapis pondasi bawah beton kurus 10 sentimeter, dan bahu jalan 20 sentimeter demi mengantisipasi beban kendaraan berat.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Ali Duhari, memastikan bahwa meski secara kontrak proyek selesai pada Agustus 2026, pihaknya akan berupaya mempercepat penyelesaian menjadi Juli 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung, M Taufiqullah, menambahkan bahwa pembangunan koridor ini harus dilakukan bertahap mengingat medan yang cukup berat dan belum pernah tersentuh aspal.
Ia juga mengakui bahwa untuk menuntaskan keseluruhan jalan wisata pesisir ini hingga mulus sempurna, pemerintah masih memiliki “pekerjaan rumah” berupa kebutuhan tambahan anggaran sekitar Rp 127 miliar ke depan. (*)






