Vietnam Catat Ekspor Pangan US$70 Miliar di 2025, RI Bisa Apa?

- Editor

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Vietnam tengah mempercepat langkahnya untuk menjadi pusat pangan atau “dapur dunia”. Pada tahun 2025, total nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan negara tersebut melonjak 12% menjadi US$ 70,09 miliar (sekitar Rp 1.198,54 triliun). 

Angka ini melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah Vietnam, yakni sebesar US$ 65 miliar. Dari total nilai ekspor tersebut, produk pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai US$ 37,25 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di saat banyak negara Asia lain masih bergantung pada industri manufaktur, Hanoi secara strategis mulai menjadikan sektor pangan sebagai mesin penyumbang devisa utama.

​Pencapaian ini tidak didapat secara kebetulan, melainkan melalui perubahan strategi dari sekadar eksportir komoditas mentah menjadi pemasok makanan bernilai tinggi. Vietnam saat ini memposisikan negaranya sebagai pusat pengolahan dan re-ekspor (hilirisasi).

Hal ini terlihat jelas pada komoditas lada. Sepanjang 2025, Vietnam tercatat mengimpor 42.688 ton lada senilai US$ 266,2 juta untuk menjaga pasokan industrinya. Mayoritas bahan baku mentah tersebut diimpor dari Brasil, Kamboja, dan Indonesia.

Bahan baku ini kemudian diolah di dalam negeri untuk diekspor kembali dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini membuat negara produsen bahan mentah seperti Indonesia kehilangan potensi pendapatan dari nilai tambah produk (hilirisasi).

Selain strategi perdagangan, ambisi Vietnam juga didorong melalui jalur pariwisata kuliner. Ho Chi Minh City kini telah masuk ke dalam radar wisata gastronomi global, yang didukung oleh ekspansi Michelin Guide di negara tersebut.

Reputasi kuliner ini berdampak langsung pada pariwisata dan memuluskan jalan bagi produk pangan kemasan Vietnam untuk masuk ke rak ritel internasional.

Meskipun masih menghadapi tantangan terkait kualitas bahan baku yang belum seragam dari para pelaku usaha lokal, arah kebijakan Vietnam sudah sangat jelas.

Konsistensi Vietnam dalam menjalankan strategi standardisasi, hilirisasi, dan promosi komoditas pangan berpotensi besar menjadikan negara tersebut sebagai mesin devisa baru di Asia Tenggara, meninggalkan negara-negara tetangga yang lambat melakukan hilirisasi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit
Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar
Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?
Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI
Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!
Gilak! Utang RI Tembus Rp 10.293 Triliun, Menkeu Malah Bandingkan dengan Singapura
Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 01:39 WIB

Jauh dari Kota, Ibu di Lampung Barat Ini Sukses Buka BRILink Sendiri di Pasar Srengit

Kamis, 3 September 2026 - 10:33 WIB

Karang Taruna Lampung dan OJK Luncurkan ‘Siger Taruna Preneur’, Targetkan Pembiayaan UMKM Rp30 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Bank Dunia Sebut Mayoritas Penduduk RI Miskin, Tembus 64,2 Persen, Kok Bisa Berbeda dengan Data BPS?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Dugaan Kredit Bermasalah Rp17,4 Triliun, Kejagung Didesak Periksa Dirut BRI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Ungkap 8 Capaian Utama Reformasi BUMN: Tutup 290 Perusahaan, Laba tembus Rp326 triliun, Naik 75,3 Persen!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Usai Gubernur Lampung Gelar Salat Istisqa, Hujan Guyur Bandar Lampung

Jumat, 11 Sep 2026 - 08:09 WIB