Pakar Ingatkan Bahaya Menimbun Uang Terlalu Banyak di Rekening Bank

- Editor

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, perencana keuangan memperingatkan masyarakat agar tidak menimbun uang tunai dalam jumlah yang terlalu besar di satu rekening tabungan biasa.

​Meskipun istilah “cash is king” kerap digaungkan sebagai strategi aman saat situasi tidak menentu, menyimpan dana berlebih di rekening justru berisiko merugikan secara finansial dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jessica Goedtel, seorang Perencana Keuangan Bersertifikat, menjelaskan bahwa setidaknya ada dua risiko utama dari menumpuk uang di rekening biasa.

Pertama, nilai riil uang tunai dapat terus tergerus oleh inflasi. Kedua, risiko keamanan jika terjadi kesalahan transaksi atau pembobolan.

​”Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan [keamanan transaksi] yang sama kuatnya seperti kartu kredit,” ungkap Jessica.

​Lebih lanjut, para pakar keuangan menegaskan bahwa uang tunai di rekening operasional tidak boleh disamakan dengan dana darurat. Dana darurat secara khusus disiapkan untuk kondisi tak terduga, seperti tagihan medis mendadak atau kehilangan pekerjaan.

Sebagai solusi, perencana keuangan menyarankan masyarakat untuk mengalokasikan dana darurat, dengan nilai setara tiga hingga enam bulan pengeluaran, di tempat yang terpisah namun tetap mudah diakses.

Salah satu opsinya adalah memindahkan dana tersebut ke rekening tabungan dengan bunga yang lebih tinggi (high-yield savings) atau instrumen rendah risiko lainnya.

Dengan strategi ini, nilai uang masyarakat tidak akan mudah tergerus inflasi, namun tetap likuid dan siap digunakan kapan pun saat kondisi darurat terjadi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram
Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870
Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!
Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!
Percepat Pembangunan, Gubernur Lampung Dorong Penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah
BRI Bandar Lampung Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital, Jangan Klik Tautan Sembarangan!
Ketika Rupiah Nyaris Mati! Belajar dari Kejeniusan Habibie Membalikkan Keadaan dalam 17 Bulan
Tekan Inflasi di Daerah, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Serentak di 15 Kabupaten dan Kota!
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:18 WIB

Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIB

Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:20 WIB

Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!

Senin, 18 Mei 2026 - 17:10 WIB

Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!

Senin, 18 Mei 2026 - 13:33 WIB

Percepat Pembangunan, Gubernur Lampung Dorong Penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah

Berita Terbaru