Jangan Sampai Nggak Tahu, Ini Bocoran Resmi Tarif Listrik PLN Per 1 April 2026!

- Editor

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan bahwa tarif listrik atau harga token listrik untuk periode triwulan II (April-Juni) 2026 tidak mengalami kenaikan. 

Ketentuan ini akan mulai berlaku pada 1 April 2026 bagi seluruh pelanggan PT PLN (Persero), termasuk golongan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan, keputusan untuk mempertahankan tarif listrik ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan setelah menghitung berbagai parameter ekonomi makro,” ujar Tri seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Sabtu (28/3/2026).

Selain menjaga stabilitas ekonomi warga, Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan energi nasional.

Bagi pelanggan prabayar, besaran tarif ini sama dengan pelanggan pascabayar. Saat melakukan pembelian token, nominal yang dibayarkan akan dipotong terlebih dahulu dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Persentasenya bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah daerah, sebelum dikonversi menjadi daya (kWh).

Berikut adalah rincian lengkap tarif listrik PLN untuk golongan rumah tangga yang berlaku mulai 1 April 2026:

Tarif Listrik Bersubsidi:

– Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
– Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Tarif Listrik Non-subsidi:

– Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
– Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
– Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
– Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
– Golongan R-3/TR besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?
Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!
IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:29 WIB

Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok! Tertekan Lonjakan Harga Minyak?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 6 Tutup Permanen, 1.100 Pekerja Kena PHK!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:44 WIB

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Berita Terbaru