Soroti Nasib 20 Guru yang Dinonaktifkan, Pimpinan DPRD Metro Cecar Wali Kota di Rapat Paripurna

- Editor

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Metro – Ketegangan mewarnai Rapat Paripurna Khusus DPRD Kota Metro pada Kamis (20/8/2026) malam. Wakil Ketua II DPRD Metro, Abdulhak, melontarkan kritik keras kepada Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, atas kebijakan penonaktifan sekitar 20 guru bersertifikasi di wilayah tersebut.

​Dalam interupsinya, Abdulhak mendesak Pemerintah Kota Metro segera mengkaji ulang keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh hanya dipandang dari kacamata administrasi birokrasi, melainkan harus mempertimbangkan rekam jejak pengabdian, kelangsungan hidup keluarga, serta masa depan pendidikan di Kota Metro.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, ke-20 guru yang dinonaktifkan tersebut sebelumnya telah menempuh jalur swadaya untuk memperjuangkan nasib mereka hingga ke pemerintah pusat.

​Abdulhak mengaku sangat terpukul melihat para tenaga pendidik tersebut harus mengumpulkan sumbangan demi berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan surat aspirasi kepada Komisi X DPR RI.

​”Betapa sakitnya mereka, Pak. Saya menangis melihat mereka kemarin ke Jakarta mengantarkan surat ke Komisi X hasil dari sumbangan. Kenapa kita tidak ada empati sama sekali terhadap anak-anak manusia ini?” ujar Abdulhak dengan nada bergetar di hadapan forum paripurna.

​Lebih lanjut, pimpinan dewan tersebut secara terbuka mempertanyakan landasan hukum dan indikator yang digunakan oleh Pemerintah Kota Metro dalam menonaktifkan puluhan guru bersertifikasi itu.

Ia menuntut adanya solusi komprehensif yang tidak hanya berpaku pada aturan kaku, tetapi juga mengedepankan asas kemanusiaan dan keadilan.

​Meski dicecar dengan kritik tajam dan desakan penyelesaian, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso terpantau tidak memberikan tanggapan atau jawaban langsung terkait nasib puluhan guru tersebut hingga Rapat Paripurna Khusus itu berakhir.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Metro belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai tindak lanjut atau kemungkinan revisi atas kebijakan penonaktifan tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ngaku Dirampok di Bypass, Pria Bandar Lampung Ternyata Habiskan Rp40 Juta Uang Istri Buat Selingkuh
Polisi Gerebek Rumah di Pekon Tekad, Ciduk Pria 29 Tahun Beserta Sabu 0,14 Gram
Polda Lampung Ultimatum Pengelola Hiburan Malam Terkait Narkoba, Ancam Sikat Pengelola!
Polisi Gerebek Tempat Persiapan Tawuran di Sukarame, 9 Remaja Diciduk!
Toko di Tanjung Senang Diperas Oknum Berkedok Keamanan, Minta Rp150 Ribu!  
Pj Peratin Kembahang Diduga Koordinir Setoran Pengamanan Dana Desa di Lampung Barat
Gara-gara Suara Motor Bising, Pria di Tanggamus Tembak Atap dan Bacok Tetangga Pakai Samurai
Bukan Pakai Dana Desa, Tapi Patungan Rp15 Miliar! Warga di Lampung Timur Bangun Jalan Sendiri Secara Gotong Royong
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Ngaku Dirampok di Bypass, Pria Bandar Lampung Ternyata Habiskan Rp40 Juta Uang Istri Buat Selingkuh

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Polisi Gerebek Rumah di Pekon Tekad, Ciduk Pria 29 Tahun Beserta Sabu 0,14 Gram

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Polda Lampung Ultimatum Pengelola Hiburan Malam Terkait Narkoba, Ancam Sikat Pengelola!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Polisi Gerebek Tempat Persiapan Tawuran di Sukarame, 9 Remaja Diciduk!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Pj Peratin Kembahang Diduga Koordinir Setoran Pengamanan Dana Desa di Lampung Barat

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Polisi Gerebek Tempat Persiapan Tawuran di Sukarame, 9 Remaja Diciduk!

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB