Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung

- Editor

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 

Hariannarasi.com, Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa mayoritas pelaku begal yang diringkus aparat kepolisian di wilayah Jawa Barat merupakan bagian dari jaringan kriminal asal Lampung.

Hal tersebut merujuk pada hasil koordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan jajaran kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Jaringan begal itu kebanyakan, mohon maaf menyebut daerah, berasal dari Lampung yang tertangkap,” kata Dedi di TPPAS Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026).

​Menurut Dedi, fakta tersebut membuktikan bahwa pelaku kejahatan jalanan di wilayahnya tidak sepenuhnya didominasi oleh warga lokal, melainkan juga melibatkan jaringan kriminal dari luar daerah yang beroperasi di Jawa Barat.

​Meski demikian, Dedi mengonfirmasi bahwa tren kejahatan jalanan, termasuk pembegalan di Jawa Barat, mulai mengalami penurunan.

Penurunan grafik kejahatan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto kepada dirinya.

​Dalam upaya menekan angka kriminalitas, Pemprov Jawa Barat sebelumnya telah menginisiasi sayembara tangkap begal.

Dedi menyiapkan hadiah uang tunai berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap pelaku begal, jambret, atau pencopet, serta menyerahkannya kepada pihak kepolisian dalam kondisi hidup.

​Sebagai langkah pencegahan lanjutan, Pemprov Jabar juga mengintensifkan koordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk mempertebal pengamanan melalui patroli malam.

​”Mobil patroli harus siaga setiap malam. Satpol PP dan Damkar juga disiagakan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” tegas Dedi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun
Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya
Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini
Dari Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, MAKI Endus Dugaan Penghuni ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong
Geger Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Lapas Halangi Tim Ombudsman saat Sidak, Sempat Memanas!
Menko Yusril Perintahkan Usut Terbuka Temuan Fasilitas Bak Apartemen di Lapas Cibinong
Ombudsman Temukan Miras dan Fasilitas Mewah Napi, Lapas Cibinong Bantah, Tegaskan ‘Fasilitas Apartemen’ adalah Rumdis
Satu Jenazah Rombongan Kapal Jurnalis Ditemukan, Terbawa Arus Hingga ke Bengkulu
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 07:35 WIB

Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun

Minggu, 27 September 2026 - 09:16 WIB

Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya

Sabtu, 26 September 2026 - 06:12 WIB

Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini

Jumat, 25 September 2026 - 08:55 WIB

Dari Ferdy Sambo hingga Harvey Moeis, MAKI Endus Dugaan Penghuni ‘Klaster Mewah’ Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 15:20 WIB

Geger Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Petugas Lapas Halangi Tim Ombudsman saat Sidak, Sempat Memanas!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Cek Rekening! 13,3 Juta Pekerja Terima Bantuan Subsidi Rp900 Ribu

Rabu, 30 Sep 2026 - 20:20 WIB