Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus memastikan ketersediaan bahan pangan utama di wilayahnya dalam kondisi surplus dengan harga yang relatif stabil.
Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah sekaligus Evaluasi Dukungan Program 3 Juta Rumah yang digelar secara virtual, Senin (20/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, menyebutkan bahwa rakor difokuskan untuk mengevaluasi efektivitas program pengendalian inflasi yang telah berjalan sepanjang tahun 2026.
”Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah pengendalian inflasi agar tetap efektif,” tegas Hendra.
Tren Inflasi dan Indikator Harga
Berdasarkan laporan TPID Tanggamus per 20 Juli 2026, kondisi laju inflasi saat ini menunjukkan tren yang masih terkendali. Secara nasional, inflasi tahunan (y-on-y) per Juni 2026 tercatat sebesar 3,34%.
Sementara di tingkat Provinsi Lampung, inflasi tahunan berada di angka 2,46% dengan inflasi bulanan 0,55%.
Sebagai daerah non-Indeks Harga Konsumen (non-IHK), Kabupaten Tanggamus mengacu pada Indikator Perkembangan Harga (IPH) untuk memantau potensi inflasi.
Pada minggu kedua Juli 2026, IPH Tanggamus tercatat sangat rendah, yakni 0,06%. Fluktuasi kecil ini hanya dipengaruhi oleh pergerakan harga gula pasir, tepung terigu, dan bawang merah.
Neraca Pangan dan Stabilitas Harga
Dalam laporannya, Pemkab Tanggamus mencatat surplus besar pada sejumlah komoditas pangan utama, yang menjamin ketahanan pangan daerah.
Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton, jauh melampaui kebutuhan daerah yang hanya 5.297 ton (surplus 101.379 ton). Surplus juga terjadi pada komoditas jagung (8.762 ton), daging ayam ras (4.079 ton), dan telur ayam ras (3.769 ton).
Terkait stabilitas harga, data dari Sistem Informasi Komoditas Pangan dan Pertanian (SIKOPP) menunjukkan pergerakan harga kebutuhan pokok yang terkendali di pasaran.
Catatan: Harga cabai rawit terpantau tetap di angka Rp41.750 per kilogram.
Intervensi Pasar Sepanjang 2026
Guna memastikan daya beli masyarakat tidak tergerus dinamika ekonomi, Pemkab Tanggamus telah merealisasikan berbagai intervensi nyata sejak awal tahun. Langkah tersebut meliputi:
- Penyusunan roadmap TPID dan penataan Neraca Pangan Daerah.
- Penyelenggaraan Bazar Pasar Murah, khususnya menjelang bulan Ramadan.
- Operasi Pasar LPG 3 kilogram bersubsidi.
- Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan.
- Operasi Pasar Minyak Goreng secara serentak.
Pemkab Tanggamus berkomitmen akan terus melanjutkan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin pasokan pangan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. (*)






