Tergiur Untung 20 Persen dalam 7 Hari, Warga Malah Kena Tipu Oknum ASN Modus Proyek BPPRD Metro

- Editor

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandar Lampung tengah memproses hukum seorang tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok kerja sama investasi pengadaan barang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemerintah Kota Metro.

Akibat aksi penipuan tersebut, korban berinisial SR (49) mengalami kerugian mencapai Rp49,5 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kasus ini terungkap setelah pihak kepolisian menindaklanjuti laporan korban yang merasa dirugikan karena janji keuntungan investasi tidak pernah diberikan, dan modal awal yang disetorkan tak kunjung dikembalikan.

​Kompol Gigih Andri Putranto menjelaskan bahwa kasus bermula pada bulan Agustus 2024. Tersangka menawarkan kerja sama investasi kepada korban dengan dalih membutuhkan suntikan dana untuk membiayai proyek pengadaan barang.

Untuk menarik minat korban, tersangka menjanjikan keuntungan sebesar 20 persen yang akan dibayarkan hanya dalam waktu tujuh hari setelah modal diserahkan.

​Tawaran tersebut membuat korban percaya. Secara bertahap, korban mentransfer dana ke rekening tersangka beberapa kali mulai 1 hingga 19 Agustus 2024, dengan total akumulasi mencapai Rp49,5 juta.

​”Dari hasil penyelidikan, proyek yang dijadikan alasan untuk menarik dana dari korban tidak berjalan sebagaimana yang dijanjikan kepada korban. Dugaan sementara, modus tersebut digunakan pelaku untuk meyakinkan korban agar menyerahkan sejumlah uang,” ujar Kompol Gigih, Minggu (19/7/2026).

​Dalam pengungkapan perkara ini, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka.

Bukti-bukti tersebut meliputi tangkapan layar percakapan WhatsApp antara korban dan tersangka, enam lembar bukti transfer dengan total nilai Rp49,5 juta, serta satu unit telepon genggam milik tersangka.

​Kompol Gigih menegaskan, jika penyidik masih terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Jika terbukti bersalah, tersangka terancam hukuman sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Atasi Paparan Debu Vulkanik, Damkar Bandar Lampung Semprot Ruas Jalan Protokol
Kota Bandar Lampung Dikepung Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diharap Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Kepung Provinsi Lampung! 
Diduga Curi Pisang, Pria di Lampung Selatan Tewas Mengenaskan Dikeroyok Massa
Bongkar Honda HR-V di Bakauheni, Polisi Temukan 40 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China!
Hujan Abu Erupsi Anak Krakatau Guyur Tanggamus, Pemkab Liburkan Sebagian Sekolah dan Bagikan Ribuan Masker!
MBG Libur, Siswa-siswi SD Ini Malah Bersorak Gembira, Lah Kok Bisa?
Niat Perbaiki Kincir Air, Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik di Kolam Ikan Gisting
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:54 WIB

Atasi Paparan Debu Vulkanik, Damkar Bandar Lampung Semprot Ruas Jalan Protokol

Sabtu, 5 September 2026 - 14:13 WIB

Kota Bandar Lampung Dikepung Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Diharap Waspada

Sabtu, 5 September 2026 - 11:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Hujan Abu Vulkanis Kepung Provinsi Lampung! 

Sabtu, 5 September 2026 - 11:11 WIB

Diduga Curi Pisang, Pria di Lampung Selatan Tewas Mengenaskan Dikeroyok Massa

Sabtu, 5 September 2026 - 11:07 WIB

Bongkar Honda HR-V di Bakauheni, Polisi Temukan 40 Kg Sabu dalam Kemasan Teh China!

Berita Terbaru