Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Seorang lansia berusia 75 tahun bernama Hadi Suyipto alias Kelik nekat membacok dua tetangganya menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka parah.
Kepada pihak kepolisian, pelaku beralasan melakukan aksi penyerangan tersebut karena berhalusinasi melihat korban menyerupai makhluk halus (genderuwo).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa penganiayaan tersebut menimpa Muqosim (74) dan putrinya, Nur Zubaidah (38). Insiden ini terjadi secara tiba-tiba di kediaman korban.
Korban tinggal di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Libatkan Psikolog untuk Periksa Kondisi Kejiwaan Pelaku
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Kristofel, mengonfirmasi keterangan awal dari tersangka terkait klaim halusinasi tersebut.
”Kalau dari pengakuan pelaku, dia mengaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti genderuwo atau hantu, sehingga ia langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam tersebut,” terang AKP Ivan pada Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian tidak serta-merta menyimpulkan kasus ini berdasarkan klaim sepihak. AKP Ivan menegaskan, penyidik akan terus mendalami motif sebenarnya, mengingat hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa antara pelaku dan korban tidak pernah memiliki riwayat perselisihan.
Mengingat usia pelaku yang sudah lanjut dan adanya pengakuan terkait halusinasi visual, Polres Lampung Utara berencana menggandeng ahli kejiwaan untuk memastikan kondisi mental tersangka secara medis dan objektif.
”Kondisi pelaku ini akan terus kami dalami atas pengakuannya, karena memang pelaku ini sudah tua. Kami juga akan melibatkan psikolog dalam tahap pemeriksaan pelaku ini,” jelas Kasatreskrim.
Saat ini, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut, Hadi Suyipto telah diamankan dan menjalani masa penahanan di sel tahanan Mapolsek Abung Selatan.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan dari para saksi di lokasi kejadian. (*)






