Caption : Ist
Hariannarasi.com, Kediri – Sebuah video yang merekam dugaan praktik bagi-bagi komisi (jatah proyek) dalam pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kediri, Jawa Timur, beredar luas di media sosial.
Rekaman percakapan tersebut mengindikasikan adanya pemotongan anggaran proyek yang berimbas langsung pada rendahnya kualitas bangunan fisik koperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan penelusuran dari video yang turut diunggah oleh akun TikTok @infobimantara, rekaman diambil secara diam-diam dari kursi belakang sebuah mobil.
Video memperlihatkan seorang wanita di kursi penumpang depan yang sedang menyerahkan bungkusan plastik diduga berisi uang kepada seorang pria pengemudi. K
Video menarasikan dugaan keterlibatan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI dalam bagi-bagi komisi tersebut.
Berikut Fakta Obrolan dalam Video:
Wanita dalam video secara terang-terangan menyebut bahwa uang tersebut adalah jatah proyek. “Ini loh bagianmu, komisi buat kamu dan komandan kodim-mu karena sudah ngasih aku proyek Kopdes di Kediri,” ujar wanita tersebut.
Pria pengemudi sempat mempertanyakan nominal uang yang diterimanya karena dianggap kurang. Ia menyebut angka Rp70 juta untuk 60 titik proyek Kopdes yang telah ia berikan. Wanita itu membalas agar nominal tersebut diterima dulu dan sisanya dipastikan aman.
Pria tersebut juga mengeluhkan bahwa hasil bangunan Kopdes tidak memenuhi standar kelayakan. Menanggapi keluhan itu, sang wanita beralasan bahwa hal tersebut terjadi akibat tingginya permintaan komisi. “Lah gimana mau sesuai spek, komisi buat kamu dan komandan kodim-mu saja banyak. Dah pokoknya wajib aman ya,” balasnya.
Beredarnya video dugaan manipulasi proyek ini menambah panjang daftar kontroversi terkait operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Beberapa waktu sebelumnya, program yang awalnya diklaim untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi masyarakat desa ini juga sempat viral setelah armada truknya kepergok mengambil pasokan barang dari gudang distribusi jaringan ritel modern berskala raksasa di Sidoarjo.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penyelidikan resmi dari otoritas terkait, baik dari institusi pemerintah daerah, perwakilan TNI setempat, maupun dari pihak Kementerian Koperasi mengenai temuan video viral di Kediri tersebut. (*)






