Caption : Ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Polemik pemberitaan terkait inspeksi mendadak (sidak) di Dapur SPPG 02 Purwodadi, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Jum’at (08/05/2026), akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala SPPG Purwodadi 02, Arman Surya Ilahi, S.T., menegaskan, kunjungan Satgas Kabupaten Tanggamus memang benar berlangsung, namun situasi di lapangan tidak seperti narasi yang beredar luas di media sosial maupun sejumlah pemberitaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Arman, pihak dapur MBG tetap menerima kedatangan Satgas secara terbuka dan kooperatif. Namun situasi sempat memanas ketika ada oknum media yang masuk dan melakukan pengambilan video di area dapur tanpa terlebih dahulu menunjukkan identitas resmi maupun meminta izin sesuai prosedur.
“Di SOP MBG sudah jelas, area dapur merupakan zona steril. Siapa pun yang masuk wajib mengikuti prosedur, termasuk menunjukkan ID card, surat tugas, serta izin dokumentasi demi menjaga keamanan dan higienitas makanan,” ujar Arman.
Ia menilai narasi yang menyebut adanya penghadangan dan perampasan handphone terlalu berlebihan dan tidak menggambarkan kejadian secara utuh.
Sementara itu, M. Irfa’i yang juga berada di lokasi kejadian membantah adanya tindakan intimidasi seperti yang diberitakan.
“Tidak ada niat menghalangi kerja jurnalistik. Saat itu saya hanya menegur karena ada pengambilan video tanpa izin di area dapur. Saya minta perekaman dihentikan supaya situasi tetap kondusif,” ujar M. Irfa’i.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena area produksi makanan MBG memiliki aturan ketat yang harus dijaga bersama.
“Ini dapur produksi makanan untuk anak-anak sekolah. Ada SOP keamanan dan higienitas yang wajib dipatuhi semua pihak. Jadi ketika ada aktivitas dokumentasi tanpa izin, tentu kami berupaya mengingatkan,” tambahnya.
Irfa’i juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai terlalu menggiring opini tanpa mengedepankan asas keberimbangan.
“Kalau ada evaluasi terkait IPAL atau teknis dapur, itu bagian dari pembinaan biasa dan pihak SPPG siap memperbaiki. Tapi jangan sampai persoalan teknis lalu dibangun menjadi isu besar yang justru menimbulkan kegaduhan publik,” tegasnya.
Ia juga menyesalkan munculnya narasi yang membawa-bawa nama institusi TNI Angkatan Laut dalam persoalan tersebut. “Saya kurang nyaman nama instansi AL dibawa-bawa ke persoalan ini. Karena ini bukan kegiatan kedinasan, ini usaha di luar kedinasan. Jadi jangan sampai berkembang opini yang seolah-olah menyeret institusi,” tegasnya.
Pihak SPPG Purwodadi 02 memastikan tetap menghormati tugas jurnalistik dan pengawasan masyarakat, selama dilakukan sesuai aturan, etika, dan prosedur yang berlaku di lingkungan dapur MBG.
Mereka berharap polemik tersebut tidak berkembang menjadi informasi liar yang dapat mengganggu jalannya program Makan Bergizi Gratis bagi para pelajar di wilayah Kecamatan Gisting dan sekitarnya. (win)






