18 Gajah Liar Bertahan 15 Hari di Permukiman Suoh, Warga Desak Penanganan TNBBS dan BKSDA

- Editor

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Kawanan gajah iar masuki pemukiman warga di Suoh, Lampung Barat.

Hariannarasi.com, Lampung Barat – Sebanyak 18 ekor gajah liar dilaporkan memasuki dan bertahan di sekitar area permukiman warga di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, selama 15 hari terakhir. 

Hingga Selasa (5/5/2026), kawanan gajah yang dinilai lebih agresif tersebut belum berhasil digiring kembali ke habitat aslinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Saat ini, kawanan satwa dilindungi itu terpantau berada di kawasan Danau Lebar, Pekon Sukamarga. Dalam pergerakannya, gajah-gajah tersebut dilaporkan telah menimbulkan sejumlah kerugian materiil bagi masyarakat sekitar, di antaranya:

1. Merusak tanaman perkebunan produktif milik warga, seperti singkong dan pisang.

2. Merusak pipa saluran air bersih yang menjadi sumber kebutuhan utama warga di Pekon Gunung Ratu.

3. Merusak fasilitas rumah warga dan area pemakaman di sekitar Danau Lebar.

Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Suoh sekaligus Ketua Sahabat Satwa Lembah Suoh, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengonfirmasi bahwa karakter kawanan gajah kali ini berbeda dari biasanya. Mereka lebih berani melintasi infrastruktur warga seperti jalan umum dan jembatan.

“Gajah ini sangat sulit digiring dan menunjukkan perilaku agresif. Sudah 15 hari bertahan di sekitar Danau Lebar, bahkan sempat merusak kuburan dan rumah warga. Diduga ini dipicu krisis pakan di dalam hutan,” jelas Sugeng.

Menghadapi situasi ini, Tim lapangan dari Sahabat Satwa Lembah Suoh bersama masyarakat setempat terus melakukan upaya mandiri, seperti pemblokadean jalur, upaya penggiringan, serta menggelar ronda malam. Fokus penjagaan diperketat di wilayah rawan, salah satunya di Pekon Ringin Sari.

Akibat sulitnya proses penggiringan mandiri, warga setempat kini mendesak pihak terkait, khususnya pengelola Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Masyarakat menuntut adanya tindakan penanganan yang lebih masif dan konkret untuk segera mengembalikan gajah ke habitatnya serta mencegah potensi jatuhnya korban jiwa. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ada Apa di Balik Penangkapan Influencer Rohadi? Polisi Bungkam, Kasat Reskrim Tunggu ‘Restu’ Kapolres?
Awas! BBMKG Beri Peringatan, Wilayah di Lampung Status Awas Kekeringan, Berikut Daftarnya!
Genjot Target Pajak Kendaraan, Samsat Rajabasa Gencarkan Razia! 
Plafon Ruang Guru SDN 2 Buyut Utara Runtuh Timpa Guru, Miris! Bangunan 2017 Sudah Ambruk
Maling Kabel Sinyal Aktif Milik KAI, Polisi Ringkus Pria Warga Panjang
Temukan 12 Gram Sabu, Residivis Sekaligus DPO Curat di Lampung Timur Diciduk Polisi
Diduga Curi Getah Karet, Warga Sidomulyo Mesuji Tewas Dihakimi Massa
Teriakan Penjaga Tak Digubris, Pemuda Tulang Bawang Tewas Dihantam KA Babaranjang di Kedaton
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:37 WIB

Ada Apa di Balik Penangkapan Influencer Rohadi? Polisi Bungkam, Kasat Reskrim Tunggu ‘Restu’ Kapolres?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Awas! BBMKG Beri Peringatan, Wilayah di Lampung Status Awas Kekeringan, Berikut Daftarnya!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:38 WIB

Genjot Target Pajak Kendaraan, Samsat Rajabasa Gencarkan Razia! 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:26 WIB

Plafon Ruang Guru SDN 2 Buyut Utara Runtuh Timpa Guru, Miris! Bangunan 2017 Sudah Ambruk

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Maling Kabel Sinyal Aktif Milik KAI, Polisi Ringkus Pria Warga Panjang

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Genjot Target Pajak Kendaraan, Samsat Rajabasa Gencarkan Razia! 

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:38 WIB