Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026).
Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat hilirisasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mengembangkan potensi pariwisata di wilayah Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menyambut langsung rombongan Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sarana publikasi tersebut, memaparkan struktur dan dinamika ekonomi daerah.
Menurut Gubernur Rahmat, tulang punggung perekonomian Provinsi Lampung saat ini sangat ditopang oleh sektor pertanian.
Dari total wilayah seluas sekitar 3 juta hektare, sebanyak 1,8 juta hektare di antaranya merupakan lahan pertanian dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong.
”Lampung ini berbeda dengan daerah lain di Sumatera yang banyak bertumpu pada perkebunan. Di sini mayoritas adalah petani, dan komoditas pertanian telah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama puluhan tahun,” ujar Gubernur.
Meski demikian, Rahmat mengakui bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih menjadi tantangan utama, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan untuk menopang distribusi komoditas pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga menyampaikan keberhasilan Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas harga gabah dan jagung yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat mencapai 5,28 persen, melampaui rata-rata nasional.
Sejumlah indikator makro ekonomi lainnya juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,7 persen pada 2024 menjadi 9,6 persen. Selain itu, inflasi di Lampung terjaga sangat rendah di angka 1,25 persen, dan Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat mendekati angka 130.
”Perbaikan harga komoditas pertanian berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Aktivitas ekonomi di daerah pertanian juga mengalami peningkatan signifikan,” jelasnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemprov Lampung berharap sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya DPR RI, dapat terus ditingkatkan.
Hal ini guna mempercepat program hilirisasi industri berbasis agro dan memaksimalkan potensi pariwisata serta UMKM, sehingga kesejahteraan masyarakat Lampung dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (*)






