Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan sejumlah kebijakan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul pelantikannya sebagai pimpinan baru lembaga tersebut.
Nanik menyatakan, program MBG tahun 2026 tidak lagi mengejar target kuantitas, melainkan menggeser fokus ke peningkatan kualitas makanan, standar gizi yang lebih baik, serta ketepatan sasaran penerima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prioritas akan diberikan kepada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Kami fokus kualitas, bukan kuantitas,” ujar Nanik.
Salah satu kebijakan utama adalah melakukan moratorium sementara pendaftaran dapur baru MBG. Langkah ini diambil untuk mengevaluasi sebaran dapur yang saat ini mencapai lebih dari 27 ribu unit, yang dinilai menumpuk di wilayah aglomerasi sementara daerah 3T belum terlayani optimal.
Selain itu, pemerintah membuka opsi pendanaan alternatif untuk MBG agar tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sumber pendanaan lain yang dimaksud meliputi Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hibah, serta dukungan dari yayasan dan dunia usaha.
Nanik menekankan, kebijakan tersebut bertujuan melakukan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan maupun sasaran program. Ia juga menyatakan komitmen untuk melakukan refocusing penerima manfaat dan penataan ulang pelaksanaan MBG secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut disampaikan Nanik S. Deyang tidak lama setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana, Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Program MBG merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo untuk mempercepat penurunan stunting dan perbaikan gizi masyarakat. (*)






