Nekat! Tiga Mahasiswa di Lampung Jahit Mulut Sambut Kunjungan Presiden, Ada Apa?

- Editor

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist (Dok. Rilis)

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kunjungan kerja Presiden RI ke Provinsi Lampung diwarnai aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). 

Dalam aksi tersebut, tiga orang aktivis mahasiswa melakukan aksi teatrikal jahit mulut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa aksi yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Wilayah Lampung tersebut menggelar demonstrasi di bawah pengawalan aparat.

Selain aksi jahit mulut menggunakan benang medis, massa juga melakukan pembakaran spanduk bercorak loreng sebagai simbol penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai remiliterisasi ruang sipil.

​Koordinator Aksi, Josua Sitorus, menyatakan bahwa aksi jahit mulut ini merupakan simbolisasi atas kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin tertekan dan otoriter. Menurutnya, ruang bagi suara-suara kritis masyarakat sipil saat ini kian dibatasi.

​”Sipil tidak punya senjata, sipil hanya punya suara dan pikiran kritis, tetapi dibungkam. Hari ini jahit mulut ini menggambarkan situasi Indonesia yang semakin otoriter,” ujar Josua di sela-sela aksi, Rabu (10/6/2026).

​Selain menyoroti isu kebebasan berdemokrasi, LMND Lampung juga membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah pusat, di antaranya:

  1. Penerapan Pajak Kekayaan (Wealth Tax), menuntut kebijakan pajak bagi kelompok berpenghasilan tinggi guna menekan angka ketimpangan ekonomi nasional.
  2. Pendidikan Gratis dan Demokratis, mendesak realisasi anggaran pendidikan yang merata agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok miskin.
  3. Penolakan Militerisme di Ruang Sipil, menolak keterlibatan militer dalam urusan-urusan non-pertahanan atau sektor domestik sipil.
  4. Evaluasi Proyek Ambisius, meminta pemerintah mengevaluasi program-program besar yang dinilai membebani APBN dan mendesak pengalihan anggaran untuk kebutuhan mendesak rakyat.
  5. Kepastian Lapangan Kerja, mendesak pemerintah mengatasi masalah pengangguran dan menyediakan kepastian kerja bagi generasi muda di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Aksi unjuk rasa berjalan secara tertib dan membubarkan diri setelah para orator menyampaikan seluruh tuntutannya secara bergantian. Sementara itu, agenda kunjungan kerja Presiden di wilayah Lampung tetap berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dampingi Presiden Prabowo, Gubernur Lampung Ikut Resmikan RSUD KH M Tohir di Pesisir Barat
Geram Sering Diteror Begal, Skuad Ojol Bandar Lampung Minta Polisi Tak Ragu Tembak di Tempat!
Tekan Angka Stunting, Wali Kota Bandar Lampung Salurkan 194.400 Butir Telur Gratis!
Modus Beri Loker, Agus Bawa Kabur Motor Korban, Polisi Bekuk Pelaku Selang 4 Jam Laporan
Bupati Tanggamus Salurkan Bantuan Atensi Kemensos Rp1,07 Miliar untuk 562 Warga Rentan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Cakat Tulang Bawang
Cuma Ditinggal 10 Menit, Yamaha WR 155 Rp29 Juta Amblas! Polisi Ringkus Pemuda Kotaagung
Operasi Dini Hari Pemkab Tanggamus, Bahu Jalan Dikosongkan, 70 Persen PKL Pasar Gisting Direlokasi!
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WIB

Nekat! Tiga Mahasiswa di Lampung Jahit Mulut Sambut Kunjungan Presiden, Ada Apa?

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:16 WIB

Dampingi Presiden Prabowo, Gubernur Lampung Ikut Resmikan RSUD KH M Tohir di Pesisir Barat

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:01 WIB

Geram Sering Diteror Begal, Skuad Ojol Bandar Lampung Minta Polisi Tak Ragu Tembak di Tempat!

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:26 WIB

Tekan Angka Stunting, Wali Kota Bandar Lampung Salurkan 194.400 Butir Telur Gratis!

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:24 WIB

Modus Beri Loker, Agus Bawa Kabur Motor Korban, Polisi Bekuk Pelaku Selang 4 Jam Laporan

Berita Terbaru