Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung tercatat menghasilkan sekitar 4.700 ton sampah per hari. Menindaklanjuti tingginya volume tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan seluruh pemerintah daerah mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, terutama dari sektor hulu.
Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Pengelolaan Sampah Terpadu yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Utama KLH Rosa Vivien Ratnawati, serta 15 bupati dan wali kota se-Provinsi Lampung.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa kehadiran seluruh kepala daerah dalam rapat tersebut menjadi indikator utama keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program Indonesia Bersih 100 persen.
“Ini membuktikan keseriusan kami dalam mengatasi permasalahan sampah di daerah,” ujar Mirza.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini bukan lagi sekadar urusan kebersihan estetika, melainkan telah menjadi isu strategis.
Persoalan ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, tata kelola pemerintahan, dan keberlanjutan generasi mendatang.
Menurutnya, tanpa lingkungan yang bersih, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal.
Berdasarkan data yang dihimpun dari total populasi sekitar 9,5 juta jiwa di Lampung, Kota Bandar Lampung tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar dengan volume mencapai 1.200 ton per hari.
Melihat tingginya angka tersebut, Mirza mendesak adanya penanganan segera yang terukur dan terkolaborasi.
“Kondisi ini harus segera disolusikan, terutama di daerah padat seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran,” tegasnya menutup penyampaian. (*)






