Harga Emas Dunia Anjlok Hingga 6 Persen, Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

- Editor

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Harga emas dunia mengalami penurunan drastis hingga menyentuh level terendah sejak November 2025. Berdasarkan data Refinitiv pada Senin (23/3/2026) pukul 14.01 WIB, harga emas diperdagangkan di posisi US$4.226,57 per troy ons atau melemah 5,8%. 

Bahkan pada perdagangan hari ini, harga emas sempat anjlok hingga 7,3% ke level US$4.161,89 per troy ons. Tren negatif ini melanjutkan performa buruk pekan sebelumnya, di mana emas merosot tajam 10,58%, mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam 43 tahun terakhir atau sejak Maret 1983.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemicu utama rontoknya harga emas adalah eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang sistem energi dan air di negara-negara Teluk.

Hal ini merupakan respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana menyerang jaringan listrik Iran.

Kondisi tersebut memicu penutupan Selat Hormuz yang mengerek harga minyak dunia bertahan di atas US$110 per barel.

Lonjakan harga energi ini menimbulkan kekhawatiran inflasi global, yang pada akhirnya mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyatakan bahwa ekspektasi pasar kini bergeser dari pemangkasan suku bunga menjadi potensi kenaikan suku bunga.

“Likuiditas emas yang tinggi justru tampaknya merugikan di tengah kondisi risk-off ini. Penurunan pasar saham membuat investor melepas posisi emas untuk menutup margin call pada aset lain,” jelasnya, dikutip dari CNBC Internasional.

Sejalan dengan hal itu, lembaga riset BMI dari Fitch Solutions menyebutkan bahwa penguatan dolar AS dan menurunnya peluang pelonggaran kebijakan Federal Reserve (The Fed) semakin menekan emas.

Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut telah melambungkan indeks dolar AS ke level 99,85, yang membuat emas menjadi kurang menarik bagi para investor. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!
Pangkas Puluhan Bank! OJK Resmi Setujui Merger 57 BPR Jadi 18 Bank
Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!
Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!
Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram
Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870
Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!
Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:36 WIB

Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:33 WIB

Pangkas Puluhan Bank! OJK Resmi Setujui Merger 57 BPR Jadi 18 Bank

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:11 WIB

Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:00 WIB

Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:18 WIB

Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram

Berita Terbaru