Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung merencanakan pembangunan fasilitas pengering (dryer) komoditas pertanian secara masif di 500 desa sentra produksi.
Langkah ini dilakukan melalui program strategis “Desaku Maju” guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian di tingkat lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pembangunan fasilitas ini bertujuan agar petani memiliki daya tawar yang lebih baik. Dengan adanya alat pengering, proses hilirisasi komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong diharapkan dapat terlaksana langsung di desa.
“Melalui program Desaku Maju, Pemerintah Provinsi Lampung merancang pembangunan pengering secara masif di 500 desa sentra produksi. Kami ingin pengolahan pakan ternak, produksi ayam, hingga distribusi pangan semua berbasis di desa,” ujar Gubernur Mirza, Kamis (5/3/2026).
Gubernur menjelaskan, selama ini sebagian besar komoditas utama Lampung masih keluar dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya justru dinikmati oleh daerah lain.
Ia mencontohkan produksi jagung Lampung yang mencapai 1,7 juta ton per tahun namun belum didukung sistem pengeringan yang memadai di tingkat desa.
“Jika jagung dikeringkan dan diolah menjadi pakan di desa, kita bisa mengurangi biaya logistik sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.
Selain fasilitas pengering, Pemprov Lampung juga menyiapkan program pendukung lainnya, yakni penyaluran pupuk organik cair (POC) di 2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen.
Pemerintah juga berkomitmen memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu menjadi penyerap (offtaker) komoditas lokal.
Program ini diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi desa yang kuat, menahan perputaran modal di desa, serta memperkuat ketahanan pangan dan konsumsi protein masyarakat melalui distribusi hasil tani yang lebih efisien. (*)






