Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen penuh untuk mencapai target nol angka putus sekolah pada tahun 2026.
Langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat penelusuran serta sinkronisasi data siswa hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak usia sekolah di Provinsi Lampung mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala faktor ekonomi maupun aksesibilitas.
Gubernur Lampung menekankan, bahwa keakuratan data merupakan kunci utama dalam menekan angka putus sekolah. Dengan data yang valid, pemerintah dapat memetakan secara presisi wilayah mana saja yang memiliki kerawanan tinggi terhadap anak putus sekolah.
“Kita perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk melakukan penelusuran data yang lebih mendalam. Tujuannya agar intervensi yang diberikan, baik berupa bantuan pendidikan maupun program beasiswa, bisa tepat sasaran,” ungkap Gubernur Mirza, rabu (18/2).
Selain sinkronisasi data, Pemprov Lampung juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diinstruksikan untuk bekerja sama dengan perangkat desa hingga tingkat RT/RW guna memantau anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah atau berisiko berhenti di tengah jalan.
Target “Zero Dropout” pada 2026 ini juga merupakan bagian dari upaya besar Pemprov Lampung dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah daerah juga akan terus mengoptimalkan berbagai program pendukung, seperti penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih merata dan bantuan biaya pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Diharapkan, dengan penguatan data dan pengawasan yang ketat, tidak ada lagi anak di Lampung yang kehilangan haknya untuk belajar. (*)






