Indonesia Pilih Minyak Mentah Rusia, Bahlil: Tidak Ada Impor BBM!

- Editor

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa Indonesia akan mulai mendatangkan pasokan minyak mentah dari Rusia pada bulan ini. Namun, pemerintah memastikan tidak akan mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) olahan dari negara tersebut. 

​Hal ini disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026). Meski memastikan waktu pengiriman, ia mengaku belum bisa merinci volume impor minyak mentah yang disepakati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kalau untuk crude (minyak mentah) mungkin bulan-bulan ini bisa. Insyaallah bulan ini mulai dikirim ke Indonesia,” ujar Bahlil.

Terkait kebijakan untuk tidak mengimpor BBM dari Rusia, Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan impor BBM Indonesia saat ini sudah dipenuhi oleh negara-negara Asia.

Selain itu, beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membuat Indonesia tidak lagi mengimpor produk solar CN 48.

Bahlil juga memproyeksikan Indonesia akan mengalami surplus solar jika mandatori biodiesel B50 mulai diterapkan, berdasarkan data Kementerian ESDM, total konsumsi BBM nasional saat ini berada di kisaran 39–40 juta kiloliter (kl) per tahun.

Berkat tambahan kapasitas dari RDMP Balikpapan, produksi BBM nasional kini mencapai hampir 20 juta kl per tahun, sehingga sisa kebutuhan impor hanya berkisar di angka 50 persen dari total konsumsi.

​”Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Timur Tengah, negara Afrika, Amerika, ataupun negara lain. Itu harus clear dulu ya,” tegas Bahlil.

​Selain minyak mentah, pemerintah Indonesia dan Rusia juga sedang melakukan tahap finalisasi untuk rencana pembelian gas minyak cair atau Liquified Petroleum Gas (LPG).

​Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menambahkan bahwa tim dari Ditjen Migas saat ini sedang berada di Rusia untuk menyusun teknis kerja sama pengadaan komoditas migas tersebut secara jangka panjang, meski skema dan volumenya belum diputuskan.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin (13/4/2026) lalu.

Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov sebelumnya juga telah mengonfirmasi bahwa kedua negara sedang bernegosiasi secara serius untuk menyepakati kontrak minyak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!
Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi
BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!
Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih
Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?
Tuai Sorotan! Tenaga Ahli Utama KSP Kaitkan Rentetan Erupsi Gunung Api dengan HAARP
Jurus Efisiensi Menkeu Purbaya, Targetkan Anggaran Program MBG di Bawah Rp200 Triliun!
Cegah Gabah Keluar Daerah, Gubernur Lampung Instruksikan Koperasi Desa Serap Hasil Panen
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:46 WIB

Ada Apa di Tangerang? 6 Pejabat Pemkab Tanggamus Terbang Kesana? Ini misinya!

Jumat, 11 September 2026 - 07:52 WIB

Dudung Tegaskan Ulta Levenia Tak Lagi Menjabat Staf Ahli KSP, Pernyataan Soal HAARP Bukan Sikap Resmi

Jumat, 11 September 2026 - 07:47 WIB

BGN Coret 1.653 Sekolah Internasional dari Program MBG, Fokus Wilayah 3T!

Rabu, 9 September 2026 - 17:25 WIB

Pemprov Lampung Setujui Pembahasan 12 Raperda Inisiatif DPRD, Soroti Soal Anti LGBT hingga Regulasi Tumpang Tindih

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

Pendapatan Turun Tapi Belanja Malah Naik, Ada Apa dengan APBD Perubahan Lampung 2026?

Berita Terbaru