Tolak Sayur dari Lapas, BGN Ancam Tutup Paksa Dapur MBG!

- Editor

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jawa Barat – Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purwakarta, Jawa Barat, untuk menyerap sayuran hasil budidaya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II. BGN menegaskan akan menutup unit dapur yang menolak instruksi tersebut.  

​Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan persnya, Minggu (15/2/2026). Ia menekankan bahwa kewajiban ini harus dipatuhi oleh seluruh jajaran di tingkat kecamatan hingga wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Nanti masukkan ke SPPG, Korcam, dan juga Korwil sampaikan. Kalau itu dari binaan Lapas harus diterima. Kalau tidak diterima, saya tutup dapurnya. Tutup. Tidak ada cerita,” tegas Nanik.

​Pernyataan keras ini disampaikan Nanik saat menghadiri kegiatan pemberdayaan warga binaan menjadi petani lokal guna mendukung program MBG di Purwakarta, awal pekan ini. Dalam kesempatan itu, Nanik juga berdialog dengan para warga binaan agar memanfaatkan sektor pertanian sebagai peluang baru setelah masa tahanan usai.

​Selain mewajibkan penyerapan hasil tani lapas, BGN menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam operasional SPPG. Nanik meminta Kepala SPPG untuk turun langsung mengawasi proses produksi, mulai dari memasak hingga distribusi makanan ke sekolah, dan tidak hanya mengandalkan Pengawas Gizi.

Sistem pengawasan di SPPG telah diatur secara rinci. Pengawas keuangan bertugas menyusun laporan belanja harian pada siang hari dan memastikan akuntabilitas pembelian.

Pada sore hari, saat bahan baku tiba, pengawas keuangan bersama pengawas gizi, asisten lapangan, dan juru masak utama wajib melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas bahan.

​Nanik menegaskan bahwa tahap penerimaan bahan baku merupakan titik kritis. Ia menginstruksikan agar bahan yang tidak segar atau berkualitas buruk langsung ditolak, meskipun bahan tersebut direkomendasikan oleh mitra atau yayasan.

​”Kalau dari awal sudah ketahuan kualitasnya jelek, tidak segar, bau, jangan takut untuk menolak. Minta distributor untuk segera mengganti dengan bahan makanan yang baru. Kalau ada mitra yang mengintervensi, laporkan saya. Akan saya suspend,” ujarnya.

Proses produksi di dapur MBG berlangsung mulai tengah malam hingga dini hari, dengan Kepala SPPG mengawasi pemorsian dan pengiriman.

Setelah distribusi selesai, sekitar pukul 10.00 pagi, Kepala SPPG diwajibkan mengunjungi sekolah untuk meminta umpan balik menu, memberikan edukasi gizi, serta memverifikasi data penerima manfaat. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WIB

Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:32 WIB

Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:49 WIB

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta

Berita Terbaru