Caption : Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela (pojok kiri)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membantah tuduhan bahwa ia menelepon seorang warga untuk meminta penghapusan video viral yang menunjukkan kondisi jembatan terbengkalai di Lampung Timur.
Bantahan ini disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Djationo, pada Senin (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video tersebut, yang menjadi viral di media sosial, memperlihatkan pelajar di wilayah Kali Pasir, Lampung Timur, menyeberangi Sungai Way Bungur menggunakan perahu klotok karena jembatan yang belum selesai dibangun selama 10 tahun.
Perekam video mengklaim telah dihubungi oleh Jihan Nurlela melalui telepon dan diminta menghentikan penyebaran rekaman tersebut.
“Terima kasih untuk Wakil Gubernur yang semalam sudah telepon saya, dan suruh menghentikan video saya. Saya tidak akan berhenti sebelum jembatan Kali Pasir ini benar-benar dibangun,” ujar perekam dalam unggahannya.
Ganjar menegaskan, informasi mengenai telepon intimidasi tersebut tidak benar dan merupakan narasi yang menyesatkan. “Itu tidak benar, Ibu Wagub tidak pernah menelepon perekam video untuk menghentikan perekaman,” kata Ganjar.
Ia menambahkan bahwa Jihan Nurlela tidak pernah melakukan kontak apa pun dengan perekam, termasuk memberikan perintah untuk membungkam kritik.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan tetap terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Pihak pemprov meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh potongan video tanpa konteks lengkap. Terkait jembatan Way Bungur yang terbengkalai, Kejaksaan telah mulai melakukan peninjauan lebih lanjut.
Jihan Nurlela, seorang dokter yang pernah menjabat sebagai anggota DPD RI, kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung untuk periode 2025-2030. (*)






