Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Selebgram Lula Lahfah, Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

- Editor

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Penemuan mayat Lula Lahfah saat di Apartemen Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Hariannarasi.com, Jakarta Selatan – Polres Metro Jakarta Selatan resmi menghentikan penyelidikan terkait kasus kematian selebgram Lula Lahfah (LL) yang ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil setelah polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun unsur pidana dalam peristiwa tersebut. 

Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (30/1/2026), Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menjelaskan, kesimpulan ini didasarkan pada hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan 15 orang saksi, serta analisis rekaman CCTV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal dan tidak ditemukan adanya peristiwa pidana. Oleh karena itu, penyelidikan terkait penemuan jenazah saudari LL dihentikan,” ujar Kasat Reskrim di hadapan awak media.

Kronologi penemuan jenazah bermula pada tanggal 23 Januari, ketika asisten rumah tangga korban curiga karena tidak ada aktivitas dari dalam unit apartemen seharian.

“Karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons, pihak keamanan apartemen akhirnya membuka paksa pintu tersebut pada pukul 17.47 WIB. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” kata dia.

​Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk obat-obatan pribadi dan sebuah tabung gas whipping cream berwarna merah muda yang telah kosong. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik, tabung tersebut dikonfirmasi berisi gas Nitrous Oxide (N2O).

Hasil uji toksikologi menunjukkan tidak adanya kandungan alkohol, sianida, atau pestisida dalam tubuh korban. Namun, ditemukan adanya kandungan obat-obatan penenang (seperti Citalopram) dan nikotin.

Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat kehabisan napas (asfiksia), namun penyebab pasti kematian tidak didalami lebih lanjut melalui autopsi atas permintaan keluarga yang telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Dalam kesempatan yang sama, pihak kepolisian dan ahli medis turut memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan gas N2O atau yang dikenal sebagai “gas tawa” untuk tujuan rekreasi, karena dapat memicu efek fatal bagi kesehatan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!
Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta
Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!
Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!
Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu
Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB
Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:52 WIB

Usai Mutasi Besar-besaran, Ada 28 Jenderal Bintang Tiga yang Aktif di Polri, Berikut Daftar Lengkapnya!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Gaya Elit, Ternyata Tukang Tipu! Kedok Investasi Mobil Rental Terbongkar, Korban Rugi Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Konten Kreator Rohadi Alcantara Diciduk Polisi di Tangerang, Kreator Kanda J Buka Suara!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Tersangka Korupsi Jalan di Lampung Utara MD di Rutan Polda, Keluarga Duga Ada Kelalaian Medis!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu

Berita Terbaru