Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sebanyak 34.983 warga dari delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, diproyeksikan beralih status kependudukan menjadi warga Kota Bandar Lampung. Hal ini menyusul kesepakatan penyesuaian batas wilayah yang telah disetujui oleh desa-desa terkait.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Lampung, Binarti, mengonfirmasi perkembangan tersebut pada Jumat (23/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyatakan bahwa proses aneksasi wilayah ini didasarkan pada persetujuan yang telah diserahkan oleh delapan desa di Kecamatan Jati Agung.
Adapun kedelapan desa yang telah menyatakan persetujuan untuk bergabung dengan wilayah administrasi Kota Bandar Lampung adalah:
- Desa Purwotani
- Desa Margorejo
- Desa Sinar Rejeki
- Desa Margomulyo
- Desa Margodadi
- Desa Gedung Agung
- Desa Gedung Harapan
- Desa Banjaragung
“Alhamdulillah, untuk penyesuaian daerah, delapan desa di Kecamatan Jati Agung sudah menyatakan setuju untuk bergabung dengan Bandar Lampung,” ujar Binarti.
Mekanisme dan Tahapan Selanjutnya
Binarti menjelaskan bahwa setelah persetujuan di tingkat desa, proses administrasi akan berlanjut secara berjenjang. Tahapan berikutnya meliputi persetujuan resmi dari pemerintah kabupaten (Lampung Selatan) dan kota (Bandar Lampung), persetujuan kedua kepala daerah, hingga diketahui oleh Ketua DPRD setempat.
Puncak dari proses legalitas ini adalah pengusulan perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) oleh Pemerintah Provinsi Lampung mengenai revisi batas wilayah antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.
Selain delapan desa yang sudah dipastikan, Binarti mengungkapkan bahwa Desa Way Hui juga masuk dalam radar penyesuaian wilayah. Namun, proses untuk Way Hui masih berjalan dan kemungkinan hanya sebagian wilayah desa tersebut yang akan dimasukkan ke Bandar Lampung.
Penyesuaian daerah ini dilakukan melalui metode perubahan batas daerah yang berkaitan erat dengan rencana strategis pengembangan wilayah kota baru di masa mendatang. (*)






