Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Barat – Lapangan Kantor Bupati Lampung Barat menjadi saksi sejarah bagi ribuan tenaga honorer yang kini resmi berganti status. Sebanyak 2.296 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi dilantik oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, pada Senin (29/12).
Prosesi sakral ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Bupati nomor B/182/KPTS/IV.05/2025 yang diterbitkan pada 19 Desember lalu. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan kepastian hukum bagi ribuan abdi negara yang telah lama menanti kejelasan nasib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Bupati Parosil Mabsus menekankan bahwa atribut baru yang dikenakan para pegawai membawa tanggung jawab moral yang besar. Ia meminta para PPPK Paruh Waktu untuk tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mengedepankan ketulusan dalam melayani masyarakat.
“Apa yang ada di pundak Bapak dan Ibu hari ini adalah amanah pengabdian. Saya menuntut dedikasi tinggi dan kepatuhan penuh terhadap aturan yang berlaku,” tegas Parosil di hadapan ribuan peserta pelantikan.
Menariknya, Parosil juga memberikan secercah harapan terkait masa depan status kepegawaian mereka. Ia mengisyaratkan adanya peluang evaluasi kebijakan di tingkat pusat.
”Insya Allah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, status PPPK Paruh Waktu ini akan terus dievaluasi agar kedepannya menjadi lebih terhormat dan sejahtera,” tambahnya yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Raut bahagia terpancar jelas dari para peserta, salah satunya Deki Sanjaya. Staf Diskominfo Lampung Barat ini menganggap SK yang digenggamnya sebagai kado akhir tahun yang tak ternilai. Bagi Deki, ini adalah langkah awal menuju impian menjadi ASN sepenuhnya.
”Kami berterima kasih kepada Bupati yang telah mendengar aspirasi kami. Ini adalah suntikan semangat baru bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi Lampung Barat,” ujar Deki dengan mata berkaca-kaca.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian, sedianya terdapat 2.336 tenaga honorer yang terdaftar. Namun, pada hari pelantikan, tercatat 2.296 orang yang mengucap sumpah.
Selisih tersebut dikarenakan adanya peserta yang mengundurkan diri serta beberapa di antaranya telah berpulang (meninggal dunia) sebelum masa pelantikan tiba.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap adanya akselerasi dalam pelayanan publik, mengingat ribuan tenaga ini kini memiliki payung hukum yang jelas dalam menjalankan tugasnya. (*)






