Rapor Hijau: Kemendagri Apresiasi Kemandirian Fiskal Lampung di Penghujung 2025

- Editor

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Di tengah dinamika ekonomi nasional yang menuntut ketangkasan daerah, Provinsi Lampung mencatatkan torehan impresif pada penghujung tahun anggaran 2025. 

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi memberikan rapor hijau atas komitmen Sang Bumi Ruwa Jurai dalam mengelola napas keuangannya secara mandiri dan progresif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (24/12), sebuah kesimpulan penting mencuat, Lampung bukan lagi daerah yang sekadar menengadahkan tangan ke pusat.

Berdasarkan pemetaan otoritas pusat, Lampung kini mengukuhkan posisinya dalam jajaran elite daerah dengan Kategori Fiskal Kuat. Parameter yang digunakan tidak main-main, Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi ini tercatat telah melampaui besaran dana transfer dari Pemerintah Pusat.

Dalam perspektif ekonomi makro, ini adalah indikator kesehatan yang vital. Kemandirian fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti bahwa mesin-mesin ekonomi lokal, mulai dari pajak hingga retribusi, telah bekerja optimal untuk membiayai pembangunan secara berkelanjutan tanpa ketergantungan absolut pada Jakarta.

Salah satu penyakit kronis birokrasi seringkali adalah penumpukan dana di akhir tahun. Namun, data per 23 Desember 2025 menunjukkan tren berbeda di Lampung. Realisasi belanja provinsi ini melesat melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 76,80%.

Yang menarik perhatian para pengamat adalah posisi kas daerah Lampung yang berada di bawah rata-rata nasional sebesar Rp1,35 triliun. Dalam kacamata kebijakan publik, ini adalah sinyal positif.

Rendahnya tumpukan kas di bank menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak memarkir uang rakyat, melainkan aktif menyuntikkan anggaran tersebut ke pasar melalui proyek infrastruktur dan pelayanan publik.

“Kami tidak ingin APBD hanya menjadi angka diam. Langkah konkret kami adalah memperkuat mitigasi dan pendampingan kepada seluruh OPD agar setiap rupiah yang keluar memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi warga,” tegas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan.

Marindo, yang hadir mewakili birokrasi Lampung, menekankan bahwa capaian ini tidak lantas membuat pihaknya berpuas diri. Rekomendasi strategis dari Kemendagri akan segera diinternalisasi, terutama menyangkut penguatan perencanaan dan pengawasan internal.

​Fokus ke depan adalah memastikan sinkronisasi antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota. Sinergi ini krusial agar orkestrasi pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan selaras dalam satu irama prioritas pembangunan daerah yang inklusif.

Keberhasilan Lampung menjaga struktur keuangan yang sehat dan resilien di tahun 2025 ini memberikan pesan kuat bagi pelaku usaha dan masyarakat. Ruang fiskal yang memadai berarti ada jaminan keberlanjutan bagi layanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Jika konsistensi ini terjaga, Lampung bukan tidak mungkin akan menjadi barometer baru bagi provinsi-provinsi lain di Sumatera dalam hal transformasi tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berorientasi pada kemaslahatan publik. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Musrenbang Lampung 2026: Gubernur Fokus Penguatan Pertanian, Kejar Target Ekonomi 8 Persen
Tak Cuma Sukses Tekan Harga Sembako, Pemprov Lampung Usul 22 Ribu Rumah Hunian!
Tamparan Keras! Cuma Rp14.900, Menu Superindo Ini Bikin Program MBG Kena Mental!
Sah! Dua Pejabat Eselon II Lampung Dirombak, Posisi Strategis Jatuh ke Tangan Ini
ASN Auto Senyum! Kenaikan Gaji 2026 Tinggal Tunggu Tanda Tangan, Berapa Persen?
Badan Gizi Nasional Borong 25 Ribu Motor Listrik, Anggarannya Ternyata dari Sini!
Panas! Menteri Maruarar ‘Adu Mulut’ dengan Hercules di Tanah Abang, Demi Rumah Rakyat!
Heboh Isu Borong 12 Jet Mewah Pilatus PC-24, Kemenhan Akhirnya Buka Suara!
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 11:28 WIB

Musrenbang Lampung 2026: Gubernur Fokus Penguatan Pertanian, Kejar Target Ekonomi 8 Persen

Senin, 13 April 2026 - 07:28 WIB

Tak Cuma Sukses Tekan Harga Sembako, Pemprov Lampung Usul 22 Ribu Rumah Hunian!

Minggu, 12 April 2026 - 09:33 WIB

Tamparan Keras! Cuma Rp14.900, Menu Superindo Ini Bikin Program MBG Kena Mental!

Kamis, 9 April 2026 - 04:58 WIB

Sah! Dua Pejabat Eselon II Lampung Dirombak, Posisi Strategis Jatuh ke Tangan Ini

Rabu, 8 April 2026 - 11:35 WIB

ASN Auto Senyum! Kenaikan Gaji 2026 Tinggal Tunggu Tanda Tangan, Berapa Persen?

Berita Terbaru