Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mendesak Pemerintah Pusat agar segera menetapkan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah sebagai, mencakup Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh sebagai Bencana Nasional.
Desakan ini disampaikan Anies setelah meninjau langsung lokasi bencana dan berdialog dengan para korban di beberapa titik pengungsian, termasuk Aceh Tamiang dan Langkat, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Anies, skala kehancuran dan tingkat penderitaan yang dialami masyarakat sudah melampaui kapasitas penanganan Pemerintah Daerah.
“Setelah melihat langsung, rasanya sulit menyebut ini sebagai bencana biasa. Menurut saya, kita sudah waktunya mengakui ini sebagai bencana nasional,” ujar Anies dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
Kebutuhan Anggaran dan Personel Mendesak
Anies menekankan bahwa penetapan status Bencana Nasional akan membuka pintu bagi Pemerintah Pusat untuk mengerahkan sumber daya secara lebih masif. Ini mencakup:
1. Anggaran: Pengerahan dana APBN yang lebih besar dan fleksibel.
2. Personel: Penambahan tenaga ahli dan relawan dari berbagai institusi.
3. Alat Berat: Optimalisasi penggunaan alat berat untuk percepatan pemulihan infrastruktur.
Dalam kunjungannya, Anies berinteraksi dengan warga yang melaporkan kehilangan harta benda, tempat tinggal, lahan pertanian, dan terputusnya akses pendidikan akibat bencana.
Respons Istana: Bantuan Penuh Tanpa Status Khusus
Menyikapi perkembangan tersebut, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah menjamin komitmen penuh Pemerintah Pusat dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
Meski belum memberikan lampu hijau terkait status Bencana Nasional, Presiden Prabowo menegaskan bahwa bantuan logistik, pemulihan infrastruktur, dan dukungan bagi korban akan tetap diberikan secara optimal.
Bantuan penuh ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat dan Pemerintah Daerah terkait keterbatasan sumber daya dalam menghadapi dampak masif bencana yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra tersebut. (*)






