Aceh Surati Dua Lembaga PBB, Minta Bantuan UNDP dan UNICEF

- Editor

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Aceh – Eskalasi dampak bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Aceh mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah strategis. 

Menyadari besarnya tantangan pemulihan pascabencana, Pemerintah Aceh secara resmi melayangkan surat kepada dua badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk turun tangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini bukan tanpa preseden. Keputusan untuk menggandeng lembaga internasional tersebut didasari oleh rekam jejak historis yang kuat di Tanah Rencong.

Pengalaman panjang kedua lembaga ini dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami 2004 dinilai menjadi modal krusial untuk mempercepat pemulihan Aceh saat ini.

​Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengonfirmasi langkah diplomasi kemanusiaan tersebut. Dalam keterangannya pada Minggu (14/12), ia menegaskan bahwa pelibatan pihak eksternal ini telah melalui pertimbangan yang matang.

“Secara khusus, Pemerintah Aceh secara resmi telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” ujar Muhammad.

Undangan resmi ini menyiratkan bahwa penanganan banjir di Aceh tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan pendekatan tanggap darurat konvensional.

Kehadiran UNDP diharapkan mampu memberikan asistensi dalam tata kelola pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur

Sementara, UNICEF dinilai vital untuk memastikan perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, serta pemulihan sanitasi di wilayah terdampak.

Langkah Pemerintah Aceh ini menegaskan pesan penting, yakni bencana kali ini membutuhkan atensi serius dan kolaborasi lintas sektor, sebagaimana dunia pernah bersatu membangun kembali Aceh dua dekade silam. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Breaking News: Buntut Penggeledahan Ponpes HQ, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anak Buahnya! 
Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Picu Trauma, DPR Desak Polri Evaluasi Prosedur! 
Div Propam Mabes Polri Dalami SOP Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Minta Maaf
Digeledah Jam 3 Pagi Bersenjatakan Laras Panjang, Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Hasil Penggeledahan Ponpes
Dari Muhamadiyah hingga DPR RI Desak Kapolda Jateng Dicopot! Buntut Santriwati Usia 10 Tahun Ditodong Senjata Laras Panjang
Digerebek Jam 3 Pagi dan Ditodong Laras Panjang, 12 Santriwati dan 2 Balita Trauma, Polri Akhirnya Buka Suara
Negara Rugi, Oligarki Untung: Siapa Lindungi Bos Sawit di Singapura Dalang Karhutla?
Utang RI Capai Rp10 Ribu Triliun, Rupiah Tembus 18.124, IHSG Anjlok 5.057, Gejolak Krisis di Depan Mata?
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:37 WIB

Breaking News: Buntut Penggeledahan Ponpes HQ, Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo dan Tiga Anak Buahnya! 

Senin, 2 November 2026 - 10:08 WIB

Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Picu Trauma, DPR Desak Polri Evaluasi Prosedur! 

Senin, 2 November 2026 - 07:03 WIB

Div Propam Mabes Polri Dalami SOP Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Minta Maaf

Senin, 2 November 2026 - 06:49 WIB

Digeledah Jam 3 Pagi Bersenjatakan Laras Panjang, Polres Sukoharjo Kembalikan Barang Hasil Penggeledahan Ponpes

Minggu, 1 November 2026 - 23:01 WIB

Dari Muhamadiyah hingga DPR RI Desak Kapolda Jateng Dicopot! Buntut Santriwati Usia 10 Tahun Ditodong Senjata Laras Panjang

Berita Terbaru