Aksi Akuisisi dari Organisasi Terkaya : Unisma Bekasi Resmi Jadi Universitas Muhammadiyah Indonesia

- Editor

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah baru saja mencatatkan sejarah signifikan dalam peta pendidikan tinggi nasional, bertempat di kampus Cikarang.  

Yang bertepatan dengan pengajian umum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, PP Muhammadiyah secara resmi meresmikan pengambilalihan pengelolaan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah strategis ini menandai dimulainya era baru bagi institusi tersebut. Kampus yang berlokasi strategis di Kota Bekasi ini tak hanya akan berganti nama, tetapi juga bertransformasi mendalam menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia.

Perubahan nama ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengejawantahan dari komitmen untuk memperkuat eksistensi dan kontribusi Persyarikatan di kancah pendidikan tinggi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, memaparkan bahwa aksi korporasi ini adalah bagian dari strategi jitu untuk memperluas jangkauan kontribusi Muhammadiyah. Haedar menyampaikan sebuah visi yang ambisius sekaligus membanggakan.

“Dari Bekasi untuk Indonesia, kemudian mendunia. Spiritnya adalah mentransformasikan kemajuan dan menjadi kekuatan penyangga bangsa dalam kehidupan bernegara,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Menegaskan keseriusan transformasi ini, Haedar menginformasikan bahwa seluruh tahapan proses telah diselesaikan sesuai koridor peraturan yang berlaku. Berkas-berkas pengajuan perubahan status pun segera diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk proses lebih lanjut.

​Ia menekankan agar kampus ini ke depan menjadi garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul. SDM yang dicetak harus tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset yang relevan bagi kebutuhan bangsa, tetapi juga wajib berakhlak mulia.

Lebih jauh, Haedar Nashir juga menaruh harapan besar agar Universitas Muhammadiyah Indonesia tidak hanya berfokus pada tri dharma perguruan tinggi, melainkan juga terus mengemban amanah pengabdian kepada masyarakat.

Ia menggarisbawahi pentingnya menghidupkan dan memperkuat semangat gotong royong serta nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika melalui lembaga pendidikan ini.

“Persatuan bangsa harus terus tumbuh melalui pendidikan,” tambahnya, sebuah pernyataan yang sarat makna kebangsaan.

Senada dengan Ketua Umum, Ketua PP Muhammadiyah lainnya, Muhadjir Effendy, menyatakan bahwa pengambilalihan ini adalah sebuah keniscayaan yang tepat waktu dan historis.

Menurutnya, Unisma Bekasi sejak awal berdirinya tidak pernah lepas dari jejak langkah para tokoh Muhammadiyah. Ia bahkan menyinggung peran penting guru besar dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang pernah berkontribusi sebagai rektor di kampus tersebut.

“Kalau sekarang dialihkan ke Muhammadiyah, itu sudah seharusnya. Sejak awal Muhammadiyah sudah memberikan jejak kebaikan di Universitas Islam Bekasi ini,” ujar Muhadjir Effendy, menggarisbawahi legitimasi spiritual dan historis di balik langkah ini.

Secara khusus, Muhadjir pun meminta seluruh jajaran pengurus Muhammadiyah di wilayah Bekasi untuk memberikan pendampingan dan dukungan penuh demi mewujudkan kemajuan pesat Universitas Muhammadiyah Indonesia di masa mendatang. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan
Forum Pemred Kecam Sikap Arogan Hotman Paris terhadap Wartawan
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Viral! Pengasuh Ponpes di Jepara Sebut Program MBG Haram! 
Viral! Batal Masuk Akte, Nama Bayi “Muhammad MBG Subianto” Ditolak Disdukcapil
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:49 WIB

Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:10 WIB

Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:14 WIB

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos

Senin, 20 Juli 2026 - 06:48 WIB

Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:30 WIB

Forum Pemred Kecam Sikap Arogan Hotman Paris terhadap Wartawan

Berita Terbaru