Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kontingen Provinsi Lampung mengukir pencapaian gemilang di panggung olahraga pelajar nasional. Arena Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 di Jakarta menjadi saksi bisu atas lompatan prestasi signifikan “Sai Bumi Ruwa Jurai”, yang sukses merangsek ke peringkat 10 besar nasional.
Posisi prestisius ini diraih setelah para atlet muda Lampung membukukan total 21 medali, dengan rincian 8 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Capaian ini bukan sekadar angka di papan klasemen. Ini adalah sebuah cerminan progresivitas pembinaan yang mencolok.
Jika ditarik perbandingan, torehan ini terasa istimewa. Pada gelaran POPNAS XVI Tahun 2023 di Sumatera Selatan, Lampung masih tertahan di peringkat 18.
Kala itu, kontingen hanya mampu mengamankan 2 emas, 8 perak, dan 11 perunggu. Progres dari peringkat 18 ke 10 besar adalah sebuah kebangkitan yang patut diapresiasi.
POPNAS XVII, yang dihelat selama sepuluh hari (1-10 November 2025) di Ibu Kota, merupakan barometer utama pembinaan atlet pelajar di Indonesia. Ajang ini digelar bersamaan dengan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI.
Kontingen Lampung sendiri menurunkan kekuatan di 15 dari 22 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.
Sementara di ajang PEPARPENAS XI, partisipasi di 3 cabor (Para Bulu Tangkis, Para Tenis Meja, dan Para Atletik) menjadi catatan penting untuk evaluasi pembinaan ke depan, meski medali belum berhasil dibawa pulang.
Berikut Atlet Peraih Emas di POPNAS XVII
- Felizya Adzka Zhafira Azzaryn (Senam Ritmik – Alat Gada)
- Galuh Candra Hidayat (Atletik – Lari 800 meter)
- Novi Anggun Lestari (Atletik – Lari Gawang 400 meter)
- Falih Ahmad Dinejad (Angkat Besi – Snatch 122 Kg)
- Falih Ahmad Dinejad (Angkat Besi – Clean and Jerk 155 Kg)
- Braydon Juvensim Susilo & Muhammad Alghifari (Tenis Meja – Ganda Putra)
- Salsabila Novia Saputri (Pencak Silat – Kelas B >43–47 Kg Putri)
- Dira Artika (Tinju – Kelas >54–57 Kg Putri)
Keberhasilan menembus dominasi 10 besar nasional ini memberi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga pelajar di Lampung kini lebih konsisten dan terarah.
Capaian ini harus menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem atlet muda, sebagai fondasi regenerasi menuju panggung yang lebih tinggi. (*)






