Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Tim Nasional Sepak Bola Iran dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali. Dirinya menegaskan, pembatalan keikutsertaan Iran merupakan buntut dari serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan tersebut diketahui menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.
”Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” ujar Donyamali kepada televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilansir oleh Reuters.
Mundurnya Iran memunculkan pertanyaan terkait negara mana yang akan mengisi kekosongan slot peserta dari zona Asia tersebut.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA, posisi tim yang mundur dapat digantikan oleh tim nominasi alternatif, yang umumnya merupakan runner-up dari babak play-off kualifikasi terkait atau tim non-kualifikasi dengan peringkat tertinggi di konfederasi yang sama.
Mengutip laporan Daily Mail, Timnas Irak menjadi kandidat terkuat untuk langsung menggantikan posisi Iran di fase grup Piala Dunia 2026, apabila mereka gagal lolos dalam final play-off antarbenua melawan Bolivia atau Suriname bulan ini.
Namun, jika Irak berhasil memenangkan babak play-off dan lolos secara otomatis, maka slot kosong milik Iran kemungkinan besar akan diberikan kepada Uni Emirat Arab (UEA).
UEA merupakan tim yang menelan kekalahan dari Irak pada pertandingan play-off konfederasi Asia tahun lalu. Kedua negara (Irak dan UEA) memiliki torehan terbaik sebagai tim yang berhasil melaju hingga babak kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. (*)






