Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Lampung menjatuhkan sanksi berat kepada Fandi Ega Pratama, pemain klub Tanggamus Farmers Angonsaka FC.
Fandi dihukum larangan bermain sepak bola dalam agenda kompetisi PSSI selama tiga tahun dan denda sebesar Rp2,5 juta akibat insiden pemukulan terhadap pemain lawan pada laga final Liga 4 Piala Gubernur Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan tegas ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Lampung, Kombes Pol Sumardji, dalam keterangan persnya di Bandar Lampung, Senin (16/2/2026).
Sanksi dijatuhkan setelah Panitia Disiplin (Pandis) Liga 4 Lampung melakukan peninjauan menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di Stadion Pahoman, Jumat (13/2/2026).
”Hasil review video pertandingan dan fakta di lapangan membuktikan Fandi Ega Pratama melakukan pemukulan. Kami menjatuhkan sanksi larangan mengikuti agenda kompetisi PSSI selama tiga tahun dan denda Rp2,5 juta,” ujar Sumardji.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-47 dalam laga final antara Tanggamus Farmers Angonsaka FC melawan TS Saiburai Lampung FC. Fandi Ega Pratama (nomor punggung 39) terlihat menampar pemain TS Saiburai, Afrizal (nomor punggung 22).
Wasit I Komang Agus Sapayana langsung memberikan kartu merah kepada Fandi. Sementara itu, Afrizal juga diganjar kartu kuning kedua (kartu merah) karena dinilai melakukan provokasi dengan menginjak kaki Fandi sebelum pemukulan terjadi.
Sumardji menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, mencakup Pasal 3, 10, 13, 16, 19, dan Pasal 47 tentang pelanggaran berat, serta Law 12 dari Laws of the Game.
Menurut Sumardji, hukuman tiga tahun diberikan dengan pertimbangan usia Fandi yang masih muda (22 tahun), agar yang bersangkutan dapat mengevaluasi diri demi karier sepak bolanya di masa depan. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini bersifat mutlak dan tidak dapat diajukan banding.
”Saya berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemain, klub, dan seluruh insan sepak bola di Lampung untuk menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghormati,” pungkasnya.
Pertandingan final itu sendiri dimenangkan oleh Tanggamus Farmers Angonsaka FC dengan skor tipis 1-0. (*)






