Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah imbas konflik peperangan antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat memicu rumor mundurnya tujuh negara dari turnamen Piala Dunia 2026.
Dari ketujuh negara tersebut, baru Iran yang mengonfirmasi kemungkinan absen, sementara kabar mundurnya enam negara lain dipastikan hoaks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumor mundurnya tujuh negara ini pertama kali mencuat di media sosial melalui akun Instagram @sickfutbols. Akun tersebut mengklaim bahwa Iran, Jerman, Denmark, Afrika Selatan, Belgia, Belanda, dan Prancis akan menarik diri dari Piala Dunia 2026.
Terkait hal ini, Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membenarkan bahwa negaranya memang tengah mempertimbangkan opsi mundur.
Situasi keamanan dan politik saat ini dinilai membuat persiapan tim nasional Iran menjadi tidak maksimal.
”Dengan apa yang terjadi dan serangan Amerika Serikat, kami sepertinya tak bisa ikut Piala Dunia. Tapi, hanya Menteri Olahraga yang bisa memutuskannya,” ujar Mehdi Taj.
Di sisi lain, kabar mundurnya enam negara besar lainnya dipastikan tidak benar. Hingga saat ini, tidak ada laporan kredibel atau pernyataan resmi dari federasi sepak bola Jerman, Belanda, Prancis, Denmark, Belgia, maupun Afrika Selatan. Media-media internasional arus utama juga tidak merilis laporan apapun terkait hal tersebut.
Di tengah situasi panas ini, sikap Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) turut menjadi sorotan publik dan dinilai “cuci tangan”. Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya sempat memberikan penghargaan Peace Prize kepada Donald Trump.
Namun, sejak akhir Februari 2026, Trump bersama Israel melancarkan serangan ke Iran yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Terkait fakta eskalasi tersebut, Infantino enggan memberikan komentar dan memilih untuk menempatkan FIFA di luar urusan politik.
“FIFA itu tak bisa menyelesaikan masalah geopolitik. Tapi, kami bisa dan harus mempromosikan sepak bola sebagai olahraga pemersatu, mendidik, dan penuh nilai kemanusiaan,” tegas Infantino menanggapi situasi tersebut. (*)






