Rakor Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung : Data Adalah ‘Mata Uang Baru’

- Editor

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandarlampung – Pesta data ekonomi sepuluh tahunan, Sensus Ekonomi (SE) 2026, tak bisa lagi dianggap sebagai hajatan Badan Pusat Statistik (BPS) semata. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengirim pesan tegas untuk suksesnya pendataan vital ini bergantung mutlak pada kolaborasi total dan sinergi lintas sektor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan SE2026 yang mengumpulkan para pengusaha, OPD, dan asosiasi di Hotel Emersia, Kamis (30/10).

Gubernur Lampung, dalam amanat tertulis yang disampaikan Staf Ahli bidang Ekubang Bani Ispriyanto, menekankan bahwa di era ini, mustahil merencanakan pembangunan yang tepat sasaran tanpa ditopang data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan kredibel.

“Kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya terletak pada kerja keras BPS, tetapi pada sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media,” jelasnya.

Dalam skema kolaborasi ini, Pemprov melihat perannya sebagai fasilitator dan regulator. Namun, kualitas data justru sangat ditentukan oleh dunia usaha sebagai pelaku utama sekaligus penyedia data.

“Kami berharap dunia usaha menjadi mitra aktif, berpartisipasi penuh dengan memberikan data secara terbuka dan jujur,” tegasnya.

Pemerintah tidak melupakan peran pilar lain. Akademisi didorong untuk mengolah dan menganalisis hasil sensus menjadi masukan kebijakan yang bernas, sementara media didapuk menjadi jembatan komunikasi publik agar masyarakat memahami urgensi sensus ini.

Data Adalah ‘Mata Uang Baru’

Senada dengan Pemprov, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, melontarkan pernyataan tajam. Menurutnya, pembangunan yang efektif mustahil terwujud tanpa data yang valid.

“Di era sekarang, data adalah ‘mata uang baru’. Tanpa data yang kuat, suatu kebijakan hanyalah dugaan atau asumsi,” tegas Ahmadriswan.

Ia mewanti-wanti, data yang tidak berkualitas akan berimbas langsung pada kebijakan yang tumpul dan aksi yang tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, SE2026 yang akan “menyisir” lapangan pada Mei hingga Juli 2026, bertujuan menghadirkan potret utuh denyut nadi ekonomi Lampung, dari usaha mikro di gang sempit hingga industri raksasa.

Menjawab kekhawatiran klasik para pengusaha, Ahmadriswan memberi garansi penuh atas kerahasiaan data. Ia menegaskan bahwa data yang dipublikasikan BPS bersifat agregat atau gabungan, bukan data individu perusahaan.

“Kami tidak menggunakan diksi jujur atau tidak jujur, melainkan ‘data apa adanya’. Data dari Bapak Ibu inilah yang akan kami olah,” jelasnya, meredam kekhawatiran akan penyalahgunaan informasi bisnis.

Pada akhirnya, Ahmadriswan menyebut bahwa data ini bersifat resiprokal. Tak hanya bermanfaat bagi pemerintah, hasil sensus justru bisa menjadi kompas bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi, membaca tren pasar, dan mengidentifikasi peluang baru.

“Data ini dari Bapak Ibu, untuk Bapak Ibu, dan oleh Bapak Ibu. Kami optimistis, dengan semangat kolaborasi ini, kita dapat mewujudkan visi ‘Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah
Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!
Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!
Bantah Patriot Bond Jadi Wadah Cuci Uang, Menkeu Purbaya Sentil Peran Singapura di FATF
BPR Bermodal di Bawah Rp6 Miliar Terancam Sanksi, OJK Perketat Aturan!
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Menkeu Purbaya Tambah Suntikan Dana SAL Rp 70 Triliun ke Himbara, BTN dan BSI Dapat Jatah

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:31 WIB

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:23 WIB

Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!

Berita Terbaru