LBH Jakarta : Hentikan Istilah Oknum Jika Ada Polisi Bermasalah!

- Editor

Senin, 23 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. JejakFakta)

Hariannarasi.com, Jakarta – Penggunaan istilah ‘Oknum’ untuk anggota yang bermasalah di tubuh Partai Coklat (Parcok), meminjam istilah netizen yang menjuluki polisi saat pilkada lalu, hal ini lantaran banyaknya anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bermasalah di tengah-tengah masyarakat.

Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan mengatakan, banyaknya masalah mulai dari Jenderal hingga Bintara mengartikan jika lembaga korps baju coklat itu mengalami permasalahan sistemik bukan lagi masalah individu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga turut menanggapi terjadinya pemerasan yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya ke peserta Festival Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 yang berkewarganegaraan Malaysia.

Istilah oknum banyak digunakan pejabat Polri saat anggotanya terlibat masalah di lapisan masyarakat. Fadhil mencontohkan, seperti saat konferensi pers (konpers) Kadiv Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Truno Yudo Wisnu Andiko yang kerap kali menggunakan istilah oknum ke masyarakat.

Menurutnya, ini sangat bertentangan karena terkesan menyederhanakan masalah dan lari dari tanggungjawab. “Ia menyatakan ‘Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi’.” ujar Fadhli meniru ucapan Trunoyudo dalam siaran persnya, Minggu (22/10).

Ia menambahkan, terlalu banyak anggota mereka yang melakukan banyak kesalahan mulai dari eks Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kadiv HI Irjen Pol. Napoleon Bonaparte, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Teddy Minahasa, hingga Kombes Pol. Edwin Hatorangan.

Belum lagi pangkat yang dibawah (Bintara) di kasus pungli yang dilakukan anggota Satlantas Polres Bandara Soekarno Hatta berupa sekarung bawang.

“Artinya ini terjadi secara struktural, instrumental, dan kultural. Seharusnya Kapolri mereformasi total dan memastikan kerja-kerja profesional, transparan, dan akuntabel Polri,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan polisi memeras warga negara Malaysia ini viral setelah sejumlah korban berkewarganegaraan Malaysia mengaku menjadi korban penangkapan oleh polisi selama DWP 2024.

Sebuah akun media sosial, @squi*** mengatakan, ia melihat banyak pengunjung ditangkap meskipun tidak ditemukan barang terlarang atau melanggar peraturan.

“Ketika saya sedang menikmati acara, tiba-tiba polisi datang dan mulai menangkap orang-orang di sekitar saya,” kata akun itu. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto
Kedok Pemuda Kaliawi Ini Terbongkar, 5 Bulan Tinggal Serumah dengan Anak di Bawah Umur!
Kejati Lampung Obok-obok Kasus Tol Terpeka, Rp7,8 Miliar Uang Negara Berhasil Diselamatkan
GILA! Sipir Rutan Kotabumi Nekat Selundupkan 40 Paket Sabu!
Gelap Mata! Tak Terima Dilaporkan, Adik Ipar di Lampung Tengah Nekat Bacok Kakak Ipar Sendiri
Aksi Beruntun! Pelaku Curanmor Bersenpi Bawa Kabur Motor di Bandar Lampung, Sempat Lepas Tembakan
Niat Hati Maling Motor Demi Beli Sabu, Dua Pencuri di Pringsewu Diringkus Warga dan Polisi
Breaking News: Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati Sekaligus, Cek Daftarnya!
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:16 WIB

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto

Kamis, 16 April 2026 - 10:03 WIB

Kedok Pemuda Kaliawi Ini Terbongkar, 5 Bulan Tinggal Serumah dengan Anak di Bawah Umur!

Kamis, 16 April 2026 - 08:34 WIB

Kejati Lampung Obok-obok Kasus Tol Terpeka, Rp7,8 Miliar Uang Negara Berhasil Diselamatkan

Rabu, 15 April 2026 - 11:13 WIB

GILA! Sipir Rutan Kotabumi Nekat Selundupkan 40 Paket Sabu!

Rabu, 15 April 2026 - 06:13 WIB

Gelap Mata! Tak Terima Dilaporkan, Adik Ipar di Lampung Tengah Nekat Bacok Kakak Ipar Sendiri

Berita Terbaru

HUKUM

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto

Kamis, 16 Apr 2026 - 12:16 WIB