Caption : Pendiri Organisasi Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan (Dok. DailyBiz)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Muhammadiyah, siapa yang tak kenal organisasi Keagamaan ini, organisasi berbasis paham Al-Qur’an dan As-sunah As-Sohihah serta Tajdid (Pembaharuan dalam Pokok Ajaran Islam).
Didirikan pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau bertepatan pada tanggal 18 November 1912 Masehi. Didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan yang kala itu sebagai Khatibamin Kesultanan Ngayogyakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
K.H. Ahmad Dahlan telah mereformasi ajaran didalam Islam Indonesia, budaya atau kultur yang berseberangan tak ayal menjadi larangan keras didalam organisasi ini. Ia merupakan tokoh yang dengan tegas melarang Takhayul, Bid’ah, Churafat (TBC) sehingga membawa kehidupan manusia menjadi modernis dan kekinian.
Namun, banyak yang bertanya, mengapa Organisasi Keagamaan Muhammadiyah bisa sebesar itu? Bahkan baru-baru ini, banyak berita yang cukup membuat geger masyarakat di Indonesia. Yakni, Muhammadiyah menarik sejumlah simpanan uang (Cash) di Bank Syariah Indonesia (BSI) senilai Rp 15 Triliun yang didapat dari dunia pendidikan dan kesehatan.
Bahkan, jumlah aset Organisasi Muhammadiyah ini mencapai Rp 400 Triliun, jumlah ini telah terkonfirmasi pada milad ke-111 tahun 2023 Muhammadiyah, yang disampaikan oleh Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industrialisasi Halal Anwar Abbas.
Fakta penarikan yang dilakukan oleh pengurus Muhammadiyah ini tentu saja membuat banyak masyarakat bertanya, apa saja sebenarnya sepak terjang mereka? Bahkan mampu membuat organisasi ini bisa memiliki kas dan aset sebesar itu?
Ternyata, Muhammadiyah tak sekedar menjalankan syiar agama Islam saja, namun meliputi peran didalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, pengembangan pendidikan dan kesehatan, serta nilai-nilai sosial budaya (sosbud) didalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Berikut Sepak Terjang Organisasi Muhammadiyah di Indonesia.
1. Dunia Pendidikan
Siapa yang tak tahu bidang pendidikan yang dibangun Muhammadiyah, pada awal berdirinya organisasi ini memang memfokuskan diri pada bidang tarbiyah (pendidikan).
Muhammadiyah banyak mendirikan sekolah, mulai dari :
– 3.370 Tk Taman Kanak-kanak (TK)
– 2.901 Tk SD atau MI
– 1.761 Tk SMP atau MTs
– 941 Tk SMA atau MA
– 440 Pondok Pesantren (Ponpes)
– 53 Sekolah Tinggi,
– 1 Akademi
– 3 Politeknik,
– 8 Perguruan Tinggi Aisyiyah
– 28 Institut
– 83 Universitas
Tentulah, semua bidang pendidikan di Muhammadiyah ini memiliki nilai tersendiri, bahkan dikabarkan didalam laman resmi muhamadiyah, dari semua aset pendidikan tersebut, telah menghasilkan dana likuid senilai Rp 15 Triliun.
2. Dunia Kesehatan
Muhammadiyah memiliki berbagai macam rumah sakit, klinik dan sebagainya, bahkan fasilitas dan tenaga medis telah memiliki standar kompetensi tersendiri.
Berikut jumlah aset di dunia kesehatan :
– 142 Rumah Sakit
– 231 Poliklinik
– 82 Rumah Bersalin
3. Dunia Ekonomi
Ada banyak Unit Amaliyah Ekonomi Muhammadiyah yang didirikan untuk kemaslahatan umat, dan semuanya berbasis pada hukum syar’i ekonomi.
Berikut jumlah aset pada bidang ekonomi :
– 1 Bank Syariah
– 26 BPR/BPRS
– 275 BMT
– 1 Induk Koperasi
– 81 Koperasi Syariah
– 22 Minimart
– 5 Kedai Pesisir
4. Bidang Agama & Sosial
Dibidang sosial ini Muhammadiyah juga mendirikan berbagai pelayanan sosial seperti pendirian masjid, panti asuhan, panti jompo dan sebagainya.
Berikut beberapa diantaranya :
– 12.000 Masjid
– 381 Panti Asuhan
– 54 Panti Jompo
– 82 Rehabilitasi Cacat
5. Aset Tanah Wakaf
Muhammadiyah memiliki sekitar 21.474,2 Hektar yang dikelola olehnya.
Kesimpulannya, meski organisasi Muhammadiyah pada awal dibentuknya merupakan organisasi yang berfokus pada dunia tarbiyah, namun dengan seiring waktu dan zaman, membawa perubahan yang cukup besar pada bidang lainnya.
Perlu juga diketahui, tak seperti organisasi ‘sebelah’ yang hanya memanfaatkan dana hibah dari pemerintah. Muhammadiyah tak pernah sedikitpun mengemis pada negara, bahkan banyak sumbangsihnya pada negara selama republik ini berdiri.
Tak sedikit juga tokoh nasional yang dilahirkan Muhammadiyah seperti, K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Fakhruddin, Fatmawati, Kasman Singodimedjo, Djuanda Kartawidjaja, Adam Malik, Dr. Soetomo, AR Baswedan, Otto Iskandardinata, Sukarno, Jend. Soedirman, Amien Rais, Syafi’i Ma’arif, Din Samsoedin, Haedar Nashir dan masih banyak yang lainnya.
Semoga kedepan, Organisasi Keagamaan seperti Muhammadiyah makin banyak dan berkembang serta memberikan kontribusi nyata dalam peradaban manusia dan pembangunan negeri. (red)
Sumber : (Research) Muhammadiyah.or.id, Bisnis.com, Tempo.co, Republika.id, Youtube.com






