Breaking News! Prabowo Berencana Naikkan Rasio Utang Hingga 50 Persen, Diluar Nalar?

- Editor

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Prabowo Subianto Jadi Pembicara di Qatar Economic Forum (Dok. Kemenhan RI)

Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden terpilih periode tahun 2024-2029 Prabowo Subianto berencana akan ‘lebih berani’ menggenjot belanja pemerintah jika ia telah resmi memimpin Indonesia nantinya.

Nantinya, pemerintahan Prabowo akan menaikan peningkatan utang sebesar 2 persen pertahun selama 5 tahun masa pemerintahannya. Tentu hal ini akan mencapai rasio hutang menjadi 50 persen dari Gross Domestic Product (GDP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disampaikan orang dalam Prabowo Subianto dalam wawancaranya dengan Bloomberg dan tak ingin namanya disebutkan, Jumat (14/6).

Jika memang hal ini dijalankan, maka akan mengubah peta perekonomian Nasional. Dimana saat ini Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asean selalu bergantung pada kebijakan fiskal konservatif dalam mengelola hutang demi menjaga kepercayaan investor.

Saat ini rasio hutang Pemerintah Indonesia telah mencapai 39 persen dari GDP atau Produk Domestik Bruto (PDB), ini adalah suatu sistem hitung sebuah negara untuk aktivitas perekonomian mereka.

Atau pengertian sederhananya adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun.

Prabowo dalam wawancaranya beberapa waktu lalu dengan Bloomberg menjelaskan, bahwa pemerintahannya akan lebih berani dalam belanja pemerintah.

“Kita negara dengan rasio hutang paling rendah terhadap PDB dibandingkan negara lain, saya pikir saat inilah yang terbaik untuk lebih berani dalam tata kelola pemerintahan yang baik,” jelas Prabowo.

Sementara, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, bahwa memang benar jika dibandingkan negara lain di Asean maka Indonesia terendah untuk rasio hutang terhadap PDB. Namun, semua kebijakan tentu akan berdampak dan memiliki resiko terhadap perekonomian.

“Menaikkan rasio hutang ini jelas memakan biaya, bunga pinjaman jadi mahal dikarenakan suku bunga yang tinggi. Ini berlaku baik dilakukan secara lokal maupun global,” jelas Josua.

Saat ini, kekhawatiran meningkat dengan cepat di kalangan para pemodal yang mencemaskan kondisi fiskal Indonesia di bawah pemerintahan baru nanti. Dan dikabarkan akan mengerek rasio utang hingga 50% demi mendukung berbagai program populis (Makan Siang Gratis).

Dari informasi tersebut, rencana rasio utang yang akan dinaikkan menjadi sebesar 50 persen membuat rupiah ambruk dengan cepat hari ini, mendekati terlemah selama 4 tahun terkahir di kisaran Rp16.400/US$. Aksi jual pemodal di pasar saham dan pasar surat utang ini masih terus membesar hingga kini. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!
Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!
Bantah Patriot Bond Jadi Wadah Cuci Uang, Menkeu Purbaya Sentil Peran Singapura di FATF
BPR Bermodal di Bawah Rp6 Miliar Terancam Sanksi, OJK Perketat Aturan!
Dampak Raksasa Industri Ojol, Hasilkan PDB Rp565 Triliun!
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:31 WIB

Luar Biasa! Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:23 WIB

Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!

Senin, 6 Juli 2026 - 08:05 WIB

Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kepala BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG akibat Masalah Higienitas

Senin, 27 Jul 2026 - 12:11 WIB