Caption : Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) Sepi Investor Asing.
Hariannarasi.com, Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) rupanya banyak menuai masalah, dari biaya pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan menggunakan biaya pembangunan dari China dengan pinjaman jangka pendek.
Belum lagi ditambah, pembangunan yang dilakukan mendahului izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di California, United Station Of America (USA), Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa belum ada investor asing yang masuk dalam pembangunan IKN di Indonesia.
“Sampai saat ini belum ada (Investor Asing),” kata Presiden Jokowi menyampaikan di KTT APEC beberapa waktu lalu.
Namun, Jokowi optimis jika investor asing akan tertarik dalam investasi di pembangunan IKN. Hal ini dikarenakan banyaknya investor lokal yang telah menanamkan modalnya di pembangunan IKN.
“Saya yakin, pasti setelah investor dalam negeri bergerak, maka investor asing akan masuk dengan sendirinya. Pasti masuk, kita lihat saja nanti,” jelas Jokowi.
Jokowi mengatakan, ada tiga prioritas utama bidang investasi yakni investasi pada sektor pendidikan, kesehatan dan teknologi. “Ada tiga sektor yang jadi fokus utama,” ujarnya.
Sebelumnya, klaim Jokowi soal investasi asing sudah masuk sebanyak 130 pengusaha dari Singapura, 30 Investor dari Jepang, 30 Investor dari Malaysia dan Uni Emirat Arab.
Jokowi tetap menutup pintu untuk investasi asing. Ia tak mau para pengusaha dalam negeri tidak mendapatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi di IKN. “Kalau mentok dan sudah tidak ada (investor dalam negeri), kita akan keluarkan jurus yang dari luar,” katanya. (red)






