Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – International Monetary Found (IMF) atau Lembaga Dana/ Keuangan Moneter Internasional sempat menentang kebijakan hilirisasi Sumber Daya Mineral (SDM) yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Penentangan ini lantaran Pemerintah Jokowi melarang ekspor pada produk mentah dari SDM atau komoditas mentah dan turunannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak IMF dengan secara langsung menyampaikan permintaan maaf karena salah interpretasi dalam menafsirkan program hilirisasi pemerintah.
Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, bahwa pihak IMF telah meminta maaf kepada pemerintah usai mengkritik kebijakan ini.
“Saya akan beri contoh, seperti IMF, dia sempat lontarkan penolakan, tapi sekarang sudah minta maaf, ada kekeliruan pada interpretasi media,” kata Bahlil.
Sebelumnya, beberapa pekan lalu IMF secara tia-tiba mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan penghapusan secara bertahap kebijakan larangan ekspor nikel dan tidak memperluasnya untuk komoditas lain.
Bahlil pun merespon pernyataan itu, bahwa pihak yang tidak suka hilirisasi adalah kesatu, yang membiarkan Indonesia diserbu barang impor, ini akan menyebabkan Indonesia jauh dari kemandirian, baik energi, pangan dan hal fundamental lainnya.
Kedua, pihak yang suka ekspor bahan mentah dan ketiga pihak asing yang ingin mendapatkan bahan baku dari Indonesia dengan murah tanpa harus investasi dan membangun industri di dalam negeri. (red)






