Aksi Mahasiswa ‘Tarik Mandat’ di DPRD Lampung Diwarnai Ketegangan dan Pembakaran Ban

- Editor

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Provinsi Lampung menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Lampung pada Senin (15/6/2026). 

Massa yang mengatasnamakan diri sebagai “Gerakan Aksi Lampung Tarik Mandat” ini melakukan aksi yang sempat diwarnai ketegangan, pembakaran ban, serta tabur bunga di depan kantor perwakilan rakyat tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan kronologi kejadian, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Museum Lampung. Mereka kemudian bergerak menuju kantor DPRD Lampung secara beriringan menggunakan konvoi sepeda motor.

Rombongan mahasiswa tiba di depan gedung DPRD sekitar pukul 11.35 WIB dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Pihak kepolisian telah memperketat pengamanan di sekitar lokasi aksi. Sejumlah personel disiagakan untuk mengantisipasi jalannya unjuk rasa, lengkap dengan pemasangan kawat berduri di depan gerbang utama DPRD Lampung.

Selain itu, kepolisian turut menempatkan kendaraan taktis water cannon di sekitar kawasan tersebut sebagai bagian dari langkah pengamanan.

Sebelum berhasil masuk ke halaman DPRD, situasi sempat memanas. Massa aksi bersitegang dengan petugas keamanan yang berjaga karena meminta agar kawat berduri yang terpasang di depan gerbang segera dibuka.

Setelah tuntutan tersebut dipenuhi dan massa diperbolehkan masuk, mereka langsung menggelar orasi untuk menyuarakan aspirasinya.

Sebagai bagian dari rangkaian aksi, mahasiswa kemudian melakukan pembakaran ban dan prosesi tabur bunga. Dalam unjuk rasa ini, terdapat 6 poin tuntutan utama yang disuarakan oleh massa, yaitu:

1. Jadikan pendidikan sebagai program prioritas, wujudkan pendidikan gratis, ilmiah dan demokratis.

2. Turunkan harga bahan pokok dan BBM.

3. Hentikan program MBG dan Kopdes Merah Putih.

4. Revisi UU Porli dan hentikan militerisme di ranah sipil.

5. Mendorong penerapan regulasi pajak kekayaan.

6. Wujudkan penegakan HAM yang sejati.

Hingga berita ini diturunkan, jalannya aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Provinsi Lampung tersebut masih terus berlangsung. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas, Tim Gabungan TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar
Warga Pulau Panggung Digegerkan Penemuan Jasad di Saluran Air
Pria di Lampung Timur Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Mobil Xpander dan Harta Benda Raib
Gubernur dan Polda Lampung Ungkap 47 Potensi Konflik Agraria, Ancam Cabut Izin HGU Perusahaan Membandel!
Belanja Tembus Rp1,74 Triliun, Bupati Serahkan Rancangan APBDP dan Enam Ranperda ke DPRD Tanggamus
Tipu Modal Proyek Irigasi Senilai Rp350 Juta, Buronan Asal Pringsewu Diringkus Polisi di Bogor
Apes! Bayar Puluhan Juta Demi Masuk BUMN, Korban Malah Berakhir Jadi Staf Sekolahan
Kakam di Lamteng Mundur Usai Kepergok Berduaan dengan Istri Orang, Ada Bukti Foto dan Video!
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:54 WIB

Cegah Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas, Tim Gabungan TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar

Senin, 14 September 2026 - 18:30 WIB

Warga Pulau Panggung Digegerkan Penemuan Jasad di Saluran Air

Senin, 14 September 2026 - 15:26 WIB

Gubernur dan Polda Lampung Ungkap 47 Potensi Konflik Agraria, Ancam Cabut Izin HGU Perusahaan Membandel!

Senin, 14 September 2026 - 11:15 WIB

Belanja Tembus Rp1,74 Triliun, Bupati Serahkan Rancangan APBDP dan Enam Ranperda ke DPRD Tanggamus

Senin, 14 September 2026 - 10:51 WIB

Tipu Modal Proyek Irigasi Senilai Rp350 Juta, Buronan Asal Pringsewu Diringkus Polisi di Bogor

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mengapa Presiden Copot Menkeu Purbaya, Ini Penyebabnya!

Senin, 14 Sep 2026 - 21:57 WIB