Foto : Tiktok Shop salah satu online shop Terbesar di Asia Tenggara
Hariannarasi.com, Jakarta – Perkembangan Belanja online menjadi tren saat ini, banyak masyarakat yang enggan langsung ke mall atau pasar untuk memenuhi kebutuhan belanjanya.
Banyak jasa aplikasi online shop yang telah menyediakan berbagai produk kebutuhan masyarakat, seperti Shopee, Lazada, Tokopedia maupun Tiktok Shop. Bahkan, tawaran dari berbagai aplikasi tersebut cukup menggiurkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Contoh saja seperti banyaknya diskon, cashback dan voucher belanja serta gratis ongkir. Tentu saja hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Seperti Tiktok, aplikasi dengan berbagai konten kreatif ini cukup diminati dikalangan gen Z, bahkan orang tua pun banyak yang memiliki aplikasi ini.
Jumlah pengguna di Asia Tenggara saat ini mencapai 140 juta pengguna, di Indonesia sendiri tiktok diminati sekitar 115 juta pengguna, Pengguna nomor satu terbesar di Asia Tenggara.
Sawn Yang Analis dari Blue Lotus Research Institute menjelaskan, bahwa pendapatan dari Tiktok shop telah mencapai angka US$ 4,4 miliar pada tahun 2022, bahkan ia memperkirakan di tahun 2023 omzet akan tumbuh menjadi 20 persen dari saat ini.
“Tiktok menunjukkan tren positif di Asia Tenggara, kemungkinan besar bisa tumbuh 20 persen ditahun ini,” jelas Sawn, seperti dilansir dari laman CNBC Internasional, Minggu (4/6).
Menurut data laporan keuangan resmi Tiktokshop, Tiktok akan menargetkan GMV setidaknya US$ 12 miliar pada tahun ini (2023).
Juru bicara (jubir) Tiktok shop Laura Perex menjelaskan, Tiktok shop berkembang signifikan di Asia Tenggara, bahkan terus bertumbuh semakin baik. “Ini menjadi fokus kami untuk mengembangkan aplikasi ini di Asia Tenggara,” jelasnya.
Diketahui, pengguna aplikasi online shop selain Tiktok di Filipina, Thailand dan Indonesia cukup menurun tajam, yakni penggunaan aplikasi online shop Lazada turun sebesar 45 persen, Shopee sebesar 50 persen dan pasar offline sebesar 39 persen. (red)






