Foto : Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Hariannarasi.com, Jakarta – Dana alokasi anggaran belanja pemerintah diperkirakan mencapai Rp 2.400 – Rp 2.631 Triliun, hal ini dikarenakan tahun 2024 akan digelar pesta rakyat atau Pemilu untuk menentukan kepemimpinan 5 tahun kedepan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, bahwa anggaran tersebut paling dominan untuk membiayai pilpres, pileg dan pilkada yang digelar serentak. “Artinya yang paling dominan anggaran untuk pemilu,” jelas Sri Mulyani, Selasa (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk tahun lalu lanjut Sri, hanya berkisar Rp 2.463 triliun, namun kenaikan anggaran belanja untuk pemilu tahun depan akan diumumkan Presiden Jokowi melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 di Nota Keuangan 2023.
“Kebutuhan pemilu tahun depan akan dipenuhi, melalui berbagai macam skenario,” ujarnya.
Ia melanjutkan, bahwa pendapatan negara ditarget Rp 2800-an Triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ditarget sekira Rp 500-an Triliun, terkait transfer daerah sebesar Rp 840-an Triliun.
Diketahui, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari telah mengusulkan pagu anggaran pemilu tahun depan sebesar Rp 44,5 Triliun namun anggaran tersebut belum termasuk pilpres putaran kedua. (red)






