Anggaran Belanja Pemerintah Tahun 2024 Capai 2.631 Triliun, Terbanyak Untuk Pilpres

- Editor

Selasa, 30 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Hariannarasi.com, Jakarta – Dana alokasi anggaran belanja pemerintah diperkirakan mencapai Rp 2.400 – Rp 2.631 Triliun, hal ini dikarenakan tahun 2024 akan digelar pesta rakyat atau Pemilu untuk menentukan kepemimpinan 5 tahun kedepan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, bahwa anggaran tersebut paling dominan untuk membiayai pilpres, pileg dan pilkada yang digelar serentak. “Artinya yang paling dominan anggaran untuk pemilu,” jelas Sri Mulyani, Selasa (30/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk tahun lalu lanjut Sri, hanya berkisar Rp 2.463 triliun, namun kenaikan anggaran belanja untuk pemilu tahun depan akan diumumkan Presiden Jokowi melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2024 di Nota Keuangan 2023.

“Kebutuhan pemilu tahun depan akan dipenuhi, melalui berbagai macam skenario,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa pendapatan negara ditarget Rp 2800-an Triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) ditarget sekira Rp 500-an Triliun, terkait transfer daerah sebesar Rp 840-an Triliun.

Diketahui, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari telah mengusulkan pagu anggaran pemilu tahun depan sebesar Rp 44,5 Triliun namun anggaran tersebut belum termasuk pilpres putaran kedua. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!
Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram
Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870
Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!
Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!
Percepat Pembangunan, Gubernur Lampung Dorong Penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah
BRI Bandar Lampung Imbau Nasabah Waspada Penipuan Digital, Jangan Klik Tautan Sembarangan!
Ketika Rupiah Nyaris Mati! Belajar dari Kejeniusan Habibie Membalikkan Keadaan dalam 17 Bulan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:00 WIB

Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:18 WIB

Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:59 WIB

Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870

Selasa, 19 Mei 2026 - 03:20 WIB

Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!

Senin, 18 Mei 2026 - 17:10 WIB

Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!

Berita Terbaru