Buramnya Pemberantasan Korupsi: Transparency International Tetapkan Indonesia Dibawah Timor Leste

- Editor

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025 menjadi alarm keras yang tak bisa lagi diabaikan. Angka 34 yang dirilis baru-baru ini bukan sekadar statistik di atas kertas. 

Hal ini menunjukkan betapa buramnya upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Dengan penurunan ini, posisi Indonesia terjun bebas ke peringkat 109 dari 180 negara yang disurvei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah ironi besar muncul ketika kita menoleh ke tetangga sebelah. Indonesia kini harus mengakui keunggulan Timor Leste yang mencatatkan skor 44.

Selisih 10 poin ini bukan jarak yang sepele bagi sebuah negara yang lebih muda secara administratif, namun tampak lebih serius dalam berbenah diri.

Transparency International Indonesia (TII) tidak ragu menyebut fenomena ini sebagai tanda nyata kemunduran. Bukan lagi stagnasi, melainkan langkah mundur dalam perang melawan para “pencuri” uang rakyat.

Nada serupa ditiupkan oleh Amnesty Indonesia yang melabeli hasil ini sebagai kenyataan yang “miris”, sebuah evaluasi pahit yang menuntut pertanggungjawaban nyata dari pemegang kebijakan.

​Penilaian IPK ini menyentuh urat nadi tata kelola negara yang sensitif. Di dalamnya terekam masih suburnya praktik penyuapan, pengalihan anggaran publik yang bocor di tengah jalan, hingga penyalahgunaan jabatan yang seolah menjadi rahasia umum.

Lebih jauh lagi, skor rendah ini memotret rapuhnya perlindungan hukum bagi mereka yang berani bersuara, para pelapor (whistleblowers) dan jurnalis serta kian sulitnya masyarakat mengakses informasi publik yang seharusnya transparan.

Jika pemerintah tidak segera melakukan evaluasi radikal, angka 34 ini akan terus menghantui kita sebagai simbol kegagalan integritas bangsa di mata dunia. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Buntut Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri
Terkait Kasus Suap HGB, KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra Digerebek Pesta Narkoba di Surabaya, Berujung Restorative Justice? 
Viral Pengadaan Sprei dan Sarung Bantal di BGN, Kini Masuk Ranah Hukum
Sempat Mangkir Alasan Sakit, Eks Bupati Lamtim Diperiksa Polda Lampung
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Rieke Diah Desak Penyelamatan Barbuk untuk Forensik
Pensiunan BUMN Gugat UU Dana Pensiun ke MK, Tuding Ada Diskriminasi dengan PNS
Blak-blakan di DPR, Ombudsman Ungkap Dugaan Pungli hingga Botol Miras di Lapas Cibinong
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Buntut Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Terkait Kasus Suap HGB, KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra Digerebek Pesta Narkoba di Surabaya, Berujung Restorative Justice? 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Viral Pengadaan Sprei dan Sarung Bantal di BGN, Kini Masuk Ranah Hukum

Rabu, 30 September 2026 - 12:46 WIB

Sempat Mangkir Alasan Sakit, Eks Bupati Lamtim Diperiksa Polda Lampung

Berita Terbaru