Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memproyeksikan sektor pertanian dan perbaikan tata niaga komoditas sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Langkah ini diambil guna memastikan dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengawal target tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Lampung pada Kamis (5/2) tersebut juga membahas strategi menjaga stabilitas ekonomi menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri.
“Kami meminta BI untuk terus mendampingi Provinsi Lampung dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan. Fokus kita adalah menjaga keseimbangan agar pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.
Fokus Perbaikan Tata Niaga
Berdasarkan hasil pemetaan persoalan ekonomi sepanjang tahun 2025, Pemprov Lampung mengidentifikasi bahwa tata niaga komoditas strategis masih menjadi hambatan utama.
Sistem perdagangan yang belum efisien dinilai menyebabkan nilai tambah yang diterima petani belum optimal. Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian khusus meliputi, Gabah, Singkong, Jagung dan Cabai.
Strategi Hilirisasi dan Pengendalian Inflasi
Gubernur Mirza menegaskan bahwa pengendalian inflasi kini tidak hanya sekadar menjaga stabilitas harga, tetapi juga mengatur keseimbangan antara suplai dan permintaan.
Ia mencontohkan komoditas hortikultura seperti cabai yang kerap mengalami fluktuasi harga akibat distribusi yang tidak merata. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Lampung akan mendorong program hilirisasi atau diversifikasi produk saat terjadi surplus produksi.
“Kedepan, jika kita sedang surplus, harus ada langkah lanjutan seperti hilirisasi. Ini penting agar petani tetap mendapatkan nilai tambah yang besar, terutama yang diciptakan langsung di desa,” pungkasnya. (*)






