Ini Strategi Baru TNWK Redam Konflik Gajah-Manusia

- Editor

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Konflik klasik antara gajah liar dan manusia di wilayah penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memasuki babak baru. Tak ingin terus berkutat pada penanganan yang bersifat reaktif, Balai TNWK kini mengubah haluan strategi mitigasi menjadi lebih holistik dan terintegrasi.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menegaskan bahwa era penanganan konflik secara parsial telah usai. Menurutnya, gesekan yang terus berulang di tapal batas kawasan konservasi memerlukan “perisai ganda”, penguatan infrastruktur fisik yang masif dan pemulihan ekologis habitat yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mitigasi konflik saat ini tidak lagi dapat bertumpu pada satu pendekatan parsial. Kita membutuhkan strategi terpadu,” tegas Zaidi, Senin (19/1).

Di level taktis, TNWK telah mengerahkan teknologi dan sumber daya biologis. Pemasangan GPS Collar pada kelompok gajah liar kini menjadi andalan untuk memantau pergerakan kawanan secara real-time.

Langkah ini dikombinasikan dengan patroli intensif dan pengerahan gajah jinak, pasukan khusus yang bertugas memblokade dan menggiring saudara liar mereka kembali ke rimba.

Namun, Zaidi menyadari operasi lapangan saja tidak cukup. Dalam visi jangka panjang, pendekatan struktural menjadi prioritas. Ia mencontohkan efektivitas tanggul sepanjang 12 kilometer di sisi utara kawasan, hasil karya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang hingga kini terbukti kokoh menjadi batas fisik.

Kendati demikian, Zaidi menekankan urgensi penambahan infrastruktur serupa di titik-titik krusial yang selama ini menjadi “jalur tikus” pelintas batas gajah liar.

Sinergi dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), TNI, Polri, dan pemerintah daerah pun terus dipererat untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Kini, pertaruhannya bukan hanya soal keamanan warga, tetapi juga masa depan koeksistensi antara manusia dan satwa ikonik Sumatera tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 
Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita
Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai
Polres Lampung Utara Gandeng Denpom Kotabumi Razia Hiburan Malam, Sasar Dua Karaoke!
Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 
Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram
Waspada! Pekan Depan Polres Tanggamus Angkut Motor Knalpot Brong, RX King Kena Ultimatum
Gerebek Besar di Pesawaran: 401 Polisi Datang Bandar Hilang? 6 Pelajar Malah Diamankan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:48 WIB

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 

Minggu, 8 November 2026 - 11:36 WIB

Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita

Minggu, 8 November 2026 - 07:56 WIB

Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai

Minggu, 8 November 2026 - 07:28 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 

Sabtu, 7 November 2026 - 17:41 WIB

Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram

Berita Terbaru